Hikmah

Perkenalkan Namanya: Ahmad Yassin

Posted on Updated on

Ia pemuda biasa. Lahir dari keluarga miskin lagi pengungsi. Ia bermimpi untuk melawan kezhaliman yg mencakar koyak wajah bumi para Nabi, tanah kelahirannya, sejak pertengahan abad lalu.

Suatu hari, ia bersama teman2nya membuat acara kemah ketangkasan di pantai Gaza. Dan dari sanalah kisah menakjubkan itu dimulai.

Di akhir acara mereka berlomba, mereka saling adu ketahanan. Siapa bisa melakukan head-stand, dialah sang pemenang.
Tiap menit, satu demi satu peserta menyerah. Lalu tinggalah dia sendiri, masih terus bertumpu di atas kepalanya bahkan sampai beberapa jam kemudian. Gila! Teman-temannya berseru.

Hingga pada satu titik waktu, ia tak tahan lagi. Lalu ia jatuh. Dan kakinya sulit digerakkan, bahkan serasa tak mampu menahan berat tubuhnya. Ia lumpuh di usia remajanya.

Dan perkenalkan, nama pemuda itu adalah… Ahmad Yassin.

Tapi, mimpinya tak ikut lumpuh. Ia memilih untuk menjadi guru Agama Islam. Dan karena mimpi-mimpinya yang menjulang, murid-muridnya tersengat.

Konon, tiap kali ia mengajarkan sesuatu, murid-muridnya bak kerasukan. Mereka begitu bersemangat mengamalkan apa yang dikatakannya. Suatu hari disinggungnya tentang salat malam. Maka paginya para wali murid memprotes pihak sekolah karena anak-anak jadi begadang semalaman menantikan sepertiga malam untuk salat. Suatu hari, disinggungnya pula tentang puasa sunnah. Maka para orangtua pun kelabakan karena hari-hari berikutnya anak-anak memboikot sarapan pagi dan makan siang untuk berpuasa.

Duhai kekuatan apakah itu, yang ada pada guru lumpuh itu? Itulah kekuatan jiwa. Begitu kokohnya hingga jasad yang rapuh itu bagaikan matahari, bersinar meledakkan.

Bertahun-tahun dia dipenjara Israel, sampai manusia pun bertanya apa bahayanya orang tua yang penyakitan ini? Dokter-dokter di penjara Israel hampir-hampir menganggapnya laboratorium hidup, karena hari tak berganti tanpa bertambahnya jenis penyakit di tubuh sang singa berkursi roda.

Inilah lelaki yang ditakuti Israel. Bukan yang seperti Rambo, hanya seorang lelaki berkursi roda yang bicaranya pun terbata-bata. Suaranya juga kecil hampir kehabisan bunyi.

Tapi kekuatan jiwanya itulah, jiwa yang dipenuhi mimpi, keyakinan pada janji Ilahi, membuatnya begitu perkasa, begitu berwibawa di hadapan jutaan pasukan bersenjata lengkap berkendara lapis baja.

Perkenalkan, namanya: Ahmad Yassin.. ***

*Salim A. Fillah

Advertisements

“IBU, AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN, AKUMAU JADI ORANG YANG BERTEPUK TANGAN DI TEPI JALAN”

Posted on Updated on

Sebuah tulisan yang dikutip seorang teman. Kepada penulisnya kuucapkan terima kasih telah menginspirasi Saya dan pembaca lainnya. Tulisannya berikut ini:

Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kenaikan kelas, anak perempuanku selalu mendapat ranking ke-23. Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan nomor ini. Sebagai orangtua, kami merasa panggilan ini kurang enak didengar, namun anehnya anak kami tidak merasa keberatan dengan panggilan ini.

Pada sebuah acara keluarga besar, kami berkumpul bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang adalah tentang jagoan mereka masing-masing. Anak-anak ditanya apa cita-cita mereka kalau sudah besar? Ada yang menjawab jadi dokter, pilot, arsitek bahkan presiden. Semua orang pun bertepuk tangan.

Anak perempuan kami terlihat sangat sibuk membantu anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya. Didesak orang banyak, akhirnya dia menjawab: “Saat aku dewasa, cita-citaku yang pertama adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main”.

Read the rest of this entry »

Kebathilan Tidak Bertahan Lama

Posted on Updated on

Kebathilan dan kediktatoran, tidak pernah bertahan lama, eksistensi mereka hanyalah bumbu dari perjuangan dakwah dan tegaknya Al-haq, karena dengan itu perjuangan menjadi menarik, dakwah menjadi nikmat dan bersemangat. Firman Allah: “Katakan Al-haq itu pasti tiba dan kebathilan pasti lenyap, sesungguhnya kebatilan pasti lenyap”(QS: Al-Isra’: 81)

Terbunuhnya Jenderal Ridha Hafidz beberapa hari yg lalu, salah seorang jenderal pendukung kudeta dan Menteri produksi alat perang Mesir, yang diduga kuat dibunuh oleh As-sisi dan kelompok jenderal pro As-sisi, memberikan isyarat kuat bahwa rezim Militer Mesir yg merebut kekuasaan Dr. Mursi Al-hafidz itu akan segera berakhir dan tinggal menunggu waktu, beberapa sumber dekat militer Mesir mengatakan, bahwa Jendral Ridha Hafid mati setelah beberapa hari sebelumnya berselisih paham sehingga As-sisi sangat marah padanya, bahkan tim jenderal As-sisi yg diketuai keluarga As-sisi(Jendral Subhi, Askar, Hijazi dll) mengusulkan pada As-sisi untuk menghabisi jedral Ridha Hafid, karena tidak sejalan lg dgn instruksi sang diktator, setelah peristiwa tersebut, Ridha hafid terbunuh.
Isyarat berikutnya menunggu berakhirnya Rezim militer mesir ini, bahwa 2 hari yg lalu, mahasiswa dari seluruh Univ. Di mesir berhasil memasuki Tahrir Squard, lapangan yg bersejarah yg menjadi saksi lengsernya Mubarak, mahasiswa menduduki tahrir ini setelah berjuang menembus blokade militer yg sangat represif dan ganas.
Nampaknya Skenario kembalinya Presiden Mursi yg penulis tulis di media ini beberapa waktu yg lalu, akan berjalan sesuai dgn izin Allah swt, bahwa hancurnya rezim militer ini, Pertama dimulai dari pecahnya tubuh militer yg saat ini para jenderal yg kontra As-sisi sudah muak dgn As-sisi dan khawatir terhadap hancurnya ekonomi mesir akan melakukan tindakan nyata menyingkirkan As-sisi segera. Kedua, Hancurnya perekonomian Mesir dan bangrutnya negara telah menyadarkan rakyat mesir seluruhnya bahkan yg pro kudeta sebelumnya, mulai melawan rezim kudeta, mereka telah sadar bahwa pemerintahan As-sisi menuju kehancuran mesir bukan menyelamatkannya, salah seorang diantaranya adalah jubir PM kudeta yang sangat meyakini bahwa mesir saat ini menuju kehancuran.
“Sungguh kebathilan itu hanya sementara”.
Wallahu a’lam. ***

Kisah Hakim yang Adil

Posted on Updated on

Kisah Hakim Adil yang memenangkan Nasrani melawan Khalifah Harun Ar Rasyid ini sangat meninspirasi.

Imam Abu Yusuf adalah salah seorang murid dan pewaris mazhab Abu Hanifah. Dan beliau
adalah qadhil qudhah (hakim agung) di zaman Khalifah Harun Ar Rasyid.
Beliau pernah mengadili antara Khalifah Harun Ar Rasyid dan seorang yang beragama Nashrani
dalam satu sengketa yang terjadi di antara mereka berdua.
Dalam perkara itu Abu Yusuf memenangkan orang Nashrani, dan Harun pada pihak yang
kalah. Karena memang terbukti kebenaran berpihak kepada orang Nashrani.
Read the rest of this entry »

Pelajaran “MENGANTRI”

Posted on Updated on

Seorang guru di Australia pernah berkata, “Kami tidak terlalu khawatir jika anak-anak sekolah dasar kami tidak pandai matematika. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”
Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu? Karena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya. Inilah jawabannya: “Karena kita hanya perlu melatih anak selama tiga bulan saja secara intensif untuk bisa matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga dibalik proses mengantri. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka menjadi penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.”
“Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI?” Read the rest of this entry »

Rahasia Keajaiban Istighfar

Posted on Updated on

Suatu hari, Imam Ahmad bin Hanbal kemalaman di suatu daerah. Karena tak punya tempat menginap, beliau bertanya kepada orang-orang. Mungkin karena tak ada yang mengenali sosok Imam Ahmad, tak ada satupun yang mau menampungnya hingga pagi.

Kecuali satu. Seorang tukang roti.

Sampai di rumah sang tukang roti, perut Imam Ahmad kelaparan. Beliau memang belum makan. Maka, begitu baik hatinya, si tukang roti membuatkan roti baru untuk tamunya. Yang hangat dan menggoda selera.

Yang menarik, ketika tiba waktunya mengaduk adonan. Saat itu, si tukang roti terus-menerus mengucap istighfar. Keheranan Imam Ahmad dan berujung tanya. Kenapa si tukang roti berbuat demikian?

Ia berkata, dengan istighfar, Allah selalu memudahkan hidupnya. Selalu membantunya menemui jalan keluar dari setiap masalah. Dengan istighfar, keinginan-keinginannya juga dikabulkan.

Semuanya sudah dikabulkan, “kecuali satu.” Read the rest of this entry »

Kaya & Cukup

Posted on Updated on

Jika ada pertanyaan dengan perintah: Isilah titik-titik di bawah ini (mohon dijawab dengan jujur di dalam hati kita masing-masing):

1. Allah menciptakan TERTAWA dan …
2. Allah itu MEMATIKAN dan …
3. Allah menciptakan LAKI-LAKI dan …
4. Allah memberikan KEKAYAAN dan ……

Mayoritas kita akan menjawab:
1. MENANGIS.
2. MENGHIDUPKAN.
3. PEREMPUAN
4. KEMISKINAN

Read the rest of this entry »