Hikmah

Nasihat Ust Nabiel Fuad Al-Musawwa

Posted on Updated on

diambil dari: pks-anz.org

“MEREKA MERASA BERJASA DENGAN KEISLAMAN MEREKA, KATAKANLAH: JANGANLAH KALIAN MERASA BERJASA DENGAN KEISLAMAN KALIAN, KARENA ALLAH-LAH YANG TELAH BERJASA KEPADA KALIAN KARENA TELAH MENUNJUKKAN KALIAN KEPADA JALAN-JALAN KEIMANAN JIKA KALIAN ADALAH ORANG-ORANG YANG BENAR.” (QS Al-Hujurat, 49:17)

PKS sebagai Partai Kader memang tidak sama dengan partai-partai lainnya, orang yang bisa dipromosikan menjadi pengurus pada strata-strata tertentu haruslah telah melewati masa-masa pengkaderan selama masa bertahun-tahun dan telah mencapai kriteria kelulusan pada setiap level tersebut dengan sangat rinci dan belum mampu ditandingi oleh sistem organisasi manapun.

Oleh karena itu para pengamat dari luar ataupun para “aktivis karbitan” yang bisanya berteriak-teriak dari luar dan “merasa paling berjasa” kepada partai ini tentunya tidak mampu membayangkan bagaimana sulitnya masa-masa pengkaderan yang telah dibangun oleh para pendiri harokah dakwah ini selama masa lebih dari 20 tahun dari rumah ke rumah dan dari satu tempat kost ke tempat kost lain.

Para “aktivis karbitan” yang merasa telah “ikut berjuang” untuk partai itu juga tidak pernah tahu berapa kader-kader generasi pertama yang sampai drop-out dari kuliahnya karena tugas-tugas dakwah, berapa kader-kader yang terpaksa berjalan puluhan kilometer atau harus keluar masuk hutan di pulau-pulau di Nusantara ini demi membuka lahan dakwah baru, berapa kader yang setiap malam terkulai kepala-kepala mereka di meja kerjanya karena lelah membahas dan memikirkan maslahat untuk ummatnya, dan berapa pula kader yang telah menghabiskan semua miliknya yang paling berharga demi membangun fondasi harokah ini.

Para kader generasi awal tersebut bukanlah orang yang hidup berkecukupan, namun tidak pernah kemudian mereka mempertanyakan kenapa harus berjuang habis-habisan seperti itu? Atau apa yang akan didapat dari perjuangan ini nantinya? Atau kami sudah berjuang sehingga partai ini besar maka sekarang giliran partai dong yang memperhatikan dan membesarkan kami? Atau meragukan para qiyadahnya, jangan-jangan mereka telah keluar dari khittah dakwah ini setelah berkuasa?

Suka dan duka yang telah bersama-sama ditempuh dalam perjuangan dakwah; airmata yang telah ditumpahkan pada sujud-sujud yang khusyu’ di akhir-akhir malam mendoakan kemenangan ummat ini dengan tulus; uang, harta-benda, fikiran dan perasaan dan entah sudah tidak terhitung lagi apa yang dimiliki yang telah dengan segala ketulusan diberikan bahkan jiwapun jika diminta pastilah akan diberikan demi tegaknya ummat ini; semua catatan perjalanan, kesan dan waktu yang telah dilewati bersama itu tentunya tidak akan pernah bisa difahami oleh kader-kader yang belum memahami apa arti sebuah perjuangan dakwah di dalam Islam dan apa arti sebuah keikhlasan sehingga mampu mengangkat sebuah peradaban dari ummat yang sudah seperti buih yang terbawa banjir.

“DAN DIANTARA ORANG-ORANG BERIMAN ITU ADA RIJAL YANG MENEPATI JANJINYA KEPADA ALLAH, DIANTARA MEREKA ADA YANG TELAH WAFAT DAN DIANTARA MEREKA ADA PULA YANG MASIH MENUNGGU-NUNGGU (SAAT PERJUMPAAN DENGAN RABB-NYA), NAMUN MEREKA SEDIKITPUN TIDAK PERNAH MENGUBAH JANJINYA.” (QS Al-Ahzab, 33:23)

Lalu permasalahannya apakah ke-tsiqahan kita kepada qiyadah dakwah ini berarti kita tidak boleh bertanya atau memberikan kritik? Apakah ketaatan kepada para leader partai ini membuat kita menjadikan kita hanya bisa manut tanpa reserve? Tentunya akal yang sehat akan menjawabnya tidak demikian. Bagaimana mungkin sebuah gerakan dakwah yang telah mampu membangun sebuah sistem yang demikian sempurna, sehingga outputnyapun telah terlihat dengan jelas kemana-mana sebagai generasi muda Islam yang unik, intelektual, militan namun santun dan moderat dan telah pula menjadi perhatian secara nasional dan internasional akan berlaku demikian?!

Permasalahannya adalah ketidakfahaman dikalangan sebagian besar kader di tingkat grassroot tentang berapa besar tantangan untuk sebuah perjuangan di pentas politik? Seberapa besar kekuatan-kekuatan yang bermain dan mampu “memutih” atau “menghitamkan” seseorang atau sekelompok orang? Seberapa jauh poros-poros yang berbeda bisa menjadi bersatu ketika melihat sebuah musuh bersama (Islam)? Seberapa besar dana yg dialirkan baik skala nasional maupun skala global untuk memporakporandakan soliditas kader serta melumatkan sama sekali kekuatan-kekuatan yang dapat “mengganggu” kepentingan bersama mereka yang telah terbangun selama puluhan tahun?

Materi-materi tentang Ghazwul Fikri, Ma’na Jahiliyah, Qadhiyyatul Ummah, Marahilu Dakwah, dll sebenarnya sudah dipersiapkan oleh harakah untuk menjelaskan fenomena ini dikalangan kader dakwah sehingga jika masanya hal itu tiba diharapkan kader dapat memiliki manna’ah (imunitas) untuk menangkal hebatnya makar yang akan terjadi pada gerakan dakwah ini, namun memang tataran konsep akan sangat jauh berbeda dengan jika hal tersebut sudah ada di depan mata, apalagi jika hal tersebut menimpa pada generasi kader yang tidak sempat berinteraksi secara mendalam dengan tarbiyyah.

“DAN SESUNGGUHNYA MEREKA TELAH MEMBUAT MAKAR YANG AMAT BESAR, DAN DISISI ALLAH-LAH BALASAN MAKAR MEREKA ITU, DAN SESUNGGUHNYA MAKAR MEREKA ITU DAPAT MELENYAPKAN GUNUNG-GUNUNG KARENA AMAT BESARNYA.” (QS Ibrahim, 14:46)

Hendaknya seorang kader yang ingin mengetahui bagaimana konspirasi hebat yang ingin melumatkan dakwah ini menemui dan bertanya pada anggota legislatif PKS di tingkat terendah kabupaten/kota/ kotamadya) , cobalah minta waktu kunjungan pada mereka, kumpulkan masyarakat lalu minta agar dikunjungi oleh aleg PKS di wilayahnya tersebut karena hal itu adalah hak masyarakat terhadap aleg di daerahnya, tanyakan apa yang sudah diperbuat oleh kader tersebut dan bagaimana konspirasi yang menimpa mereka di DPRD tersebut. Lalu bayangkan oleh antum, kalau di tingkat itu saja demikian hebat rekayasa para aleg lain dan kekuatan PEMDA dsb bermain dalam ber-KKN, lalu husnuzhan-lah di tingkat DPR-RI tentunya akan lebih dahsyat dan lebih kejam lagi kekuatan yg bermain.

Dan hendaklah para kader memahami bahwa dalam dunia politik informasi itu berubah dalam hitungan jam bahkan menit, sehingga jangankan antum yang di bawah, para qiyadah yang paling ataspun seringkali ketinggalan informasi, bukan karena tidak dibuat mekanismenya namun bagaimana sempat bekerja kalau setiap jam atau menit harus membuat laporan ke para kader di bawah. Demikian pula perkembangan informasi itupun seringkali bertolak-belakang, info yang masuk dan diputuskan pada pagi hari maka di siang hari partai harus membuat kebijakan yang sebaliknya, sorenya mungkin berubah lagi. Belum lagi tidak semua info bisa disampaikan secara tertulis karena akan memiliki delik-yuridis walaupun peristiwa tersebut kelihatan di depan mata kepala sendiri.

Lalu kenapa tidak diekspos di media? Inipun perlu pembahasan tersendiri, tidak semua media mau memuat dari PKS, cobalah antum ke Aceh lalu antum saksikan sendiri ribuan kader kita yg berjuang disana, apakah ada media yg meliput? Tidak, karena itu hanya akan membesarkan PKS 2009 nanti. Tentang BBM?! Yang pertama kali menyuarakan sikap adalah PKS (coba antum lihat tulisan mas Untung/Ketua Fraksi PKS di majalah SAKSI beberapa terbitan yang lalu), lalu kemudian menjadi suara Komisi-VIII DPR. Kasus mas Irwan Prayitno juga sebenarnya sudah basi, DPW PKS Sumbar sudah lama membuat klarifikasi namun ketika mas Irwan dicalonkan sebagai Cagub baru ICW mengeksposnya. Tahukah antum bahwa dalam PILKADA saat ini di puluhan daerah (Tk I dan Tk II) kita sudah mampu mengusung para kader-kader kita untuk bertarung dengan partai GOLKAR dengan peluang kemenangan yang signifikan?

Mari kita semua ber-istighfar atas kelalaian kita selama ini (terutama para kader yang memposisikan diri sebagai theoutsider, sementara para kader lainnya disibukkan untuk terus membangun jaringan demi memenangkan dakwah ini. Sampaikanlah kritik dan pertanyaan dengan santun dan penuh hormat kepada para qiyadah yang telah berjuang tanpa lelah demi kemenangan ummat ini. Dan di atas semua itu jika syaithan masih membisiki antum juga, cobalah antum bersikap fair, bandingkan dengan partai atau organisasi lainnya baik segi kualitas atau kuantitas, mana sih yg lebih bermasalah? Kita tidak pernah merasa para qiyadah atau ikhwah kita itu suci, ada juga kader yang karena tergoda syaithan menjadi tergelincir, namun sudah ada mekanisme partai melalui Dewan Syariah yang dengan sistemnya yang jelas dan tegas mengatasi hal tersebut. Lalu apakah adil jika karena satu dua hal yang nampak belum sempurna kita menggugat dan mencaci-maki seluruh partai kita sendiri?

“WAHAI RABB KAMI AMPUNILAH KAMI DAN SAUDARA-SAUDARA KAMI YANG TELAH MENDAHULUI KAMI DALAM KEIMANAN DAN JANGANLAH ENGKAU JADIKAN DALAM HATI KAMI KEDENGKIAN TERHADAP ORANG-ORANG YANG BERIMAN..” (QS Al-Hasyr, 59:10)

Oleh Al Habib Ustadz Nabiel Fuad Al-Musawa

 

 

Advertisements

TOMMY YANG BODOH

Posted on Updated on

*disalin dari tulisan wall FB Ust Satria Hadi Lubis

Di Ohio, Amerika Serikat pada tanggal 11 Februari 1847, lahir seorang anak bernama panggilan Tommy.

Dia lahir dengan kemampuan biasa-biasa saja, tidak memiliki kecerdasan khusus seperti anak-anak lainnya

Saat belajar di sekolah, kisah homeschooler, Tommy tidak mampu untuk mengikuti pendidikan yang diajarkan di sekolahnya.

Oleh sebab itu , Tommy selalu mendapatkan nilai buruk dan mengecewakan.

Sangat bodohnya anak ini dalam pandangan pihak sekolahnya, sehingga para guru memilih untuk ‘angkat tangan’ dalam usaha mendidik Tommy.

Pada suatu hari, guru sekolah Tommy memanggil Tommy dan memberikan sepucuk surat kepadanya.

Guru tersebut berpesan, “jangan buka surat ini di perjalanan, berikan kepada ibumu.”

Tommy kecil dengan gembira membawa surat itu pulang dan memberikan kepada ibunya.

Menerima surat itu, ibu Tommy membacanya, lalu menangis.

Sambil berurai air mata, dia membaca surat itu dengan suara keras : “Putra Anda seorang jenius. Sekolah ini terlalu kecil untuk menampungnya dan tidak memiliki guru yang cakap untuk mendidiknya. Agar anda mendidiknya sendiri,” ujar sang Ibu dengan suara lantang.

Ibu Tommy lalu berkata kepada Tommy bahwa : “Kamu anak yang jenius nak, sekolah belum cukup baik untuk mendidik anak yang hebat seperti kamu. Mulai saat ini ibu yang akan mendidik kamu.”

Ibunya kemudian menarik Tommy kecil ke rumah dan meninggalkan sekolah.

Tommy menjalani pendidikan di rumah. Dengan demikian Tommy pun belajar dengan bebas dan leluasa di rumahnya tanpa harus memikirkan nilai-nilai pelajaran yang harus dicapainya.

Di rumah, Tommy pun melahap buku-buku ilmiah dewasa.

Satu karakter yang luar biasa yang dimiliki Tommy adalah keinginan tahunya yang luar biasa besar ditambah SIFAT DASARNYA YANG PANTANG MENYERAH MENGHADAPI APAPUN.

Karena itu Tommy pun melakukan eksperimen – eksperimen hebat. Sebelum memasuki usia sekolah, Tommy sudah berhasil membedah hewan-hewan. Hal ini karena keinginan tahunya yang besar terhadap hewan-hewan di sekitarnya.

Di usia 12 tahun, Tommy kecil sudah memiliki Laboratorium Kimia kecil di ruang bawah tanah rumah ayahnya.

Setahun kemudian dia berhasil membuat telegraf yang sekalipun bentuk dan modelnya sederhana dan primitif tapi sudah bisa berfungsi.

Di usianya yang masih belia, Tommy sudah bekerja dan mencari uang sendiri dengan berjualan koran di kereta api selama beberapa tahun. Kemudian Tommy bekerja sebagai operator telegraf, sampai akhirnya Tommy pun naik menjadi kepala mesin telegraf di Amerika.

Saat usia Tommy 32 tahun, dunia tidak lagi gelap gulita ketika malam hari. Tommy yang dianggap BODOH waktu kecil itu BERHASIL MENCIPTAKAN BOHLAM LAMPU PIJAR, yang mengubah wajah dunia selamanya.

Jauh setelah ibunya wafat dan Tommy telah menjadi Tokoh PENEMU PERTAMA. Suatu hari di rumah dia melihat-lihat barang lama keluarganya..

Tiba-tiba dia melihat kertas surat terlipat di laci sebuah meja. Dia membuka dan membaca isinya: “Putra anda anak yang bodoh.. kami tidak mengizinkan anak Anda bersekolah lagi,” demikianlah ISI SURAT YANG SESUNGGUHNYA yang dibawa dan diberikan Tommy kepada ibunya. Dahulu …waktu sepulang sekolah.

Tommy menangis berjam-jam setelah membaca surat itu. Dia kemudian menulis di buku Diary-nya:

“SAYA, THOMAS ALFA EDISON, ADALAH SEORANG ANAK YANG BODOH, YANG KARENA SEORANG IBU YANG LUAR BIASA, MAMPU MENJADI SEORANG JENIUS PADA ABAD KEHIDUPANNYA”

Jika kita menikmati lampu yang terang saat ini, ingatlah bahwa kita BERHUTANG bukan pada seorang Thomas Alfa Edison.., tetapi kepada SEORANG IBU yang melihat dengan CARA YANG BERBEDA.

Cara dari MATA KASIH ORANGTUA

Jika suatu hari nanti, putra atau putri Anda mendapatkan “cap bodoh”, “cap nakal” , “cap lamban” atau cap lainnya, yang sama seperti Thomas Alfa Edison kecil, maka siapa yang akan Anda percayai? Anak Anda atau lingkungan negatifnya?

PERAN IBU YANG LUAR BIASA

SELAMAT HARI ANAK NASIONAL 23 Juli 2018 ***

Kaos PKS di Masyarakat Ethiopia

Posted on Updated on

Dalam sepekan ini pengguna Facebook dihehobkan dengan ditemukanya Video program BBC yang diberi judul ” The Hottest Place on Earth”, sebuah serial TV yang bekerjasama dengan NASA dalam melihat tempat terpanas di Bumi.

Satelit NASAmengukur cuaca dngan termometer tercanggih yang dimilikinya. Banyak tempat menjadi terpanas di Bumi, namun kebanyakan Kita tidak mengetahuinya. Stasiun cuaca berbasis darat biasanya tidak mengungkapkan cerita lengkap. Sedangkan Satelit NASA walau bagaimanapun mengamati seluruh planet di alam raya termasuk lingkungan yang ekstrim di mana tidak ada manusia menginginkannya. Dengan mendeteksi suhu kulit tanah dan suhu udara, Satelit NASA dapat menghilangkan mitos atau takhayul yang beredar di masyarakat setempat terkait panas bumi.

Para ilmuwan menganalisis data satelit NASA dan menemukan tempat terpanas di bumi berubah tiga kali dalam waktu tujuh tahun, Tetapi karakteristik dari setiap lokasi hampir sama seperti kering, berbatu, berwarna gelap dan terpencil, seperti tanah sekitar Gunung China misalnya, suhu di tempat-tempat ini sering atas di atas 150 derajat Fahrenheit.

The Hottest Place on Earth 2009

Episode 2009, NASA mengambil tempat di Negara Ethiopia. Sebuah tim ahli dan penjelajah berangkat ke gurun Danakil di utara Ethiopia untuk menyelidiki fenomena geologi yang luar biasa dan mengetahui bagaimana orang-orang dan hewan mereka bertahan di tempat terpanas di bumi.
Kate Humble menginvestigasi betapa sulitnya hidup bagi seorang wanita disana, sedangkan Steve Leonard ingin belajar tentang hubungan antara Penduduk dan hewan mereka untuk membantu mereka dengan tim Dokter Hewan yang dibawa ke lokasi.
Dr Mukul Agarwal melihat masalah kesehatan yang dihadapi dalam hal ini sangat tidak bersahabat dengan lingkungan. Ilmuwan DR. Dougal Jerram terlihat serius pada aktivitas gunung berapi yang luar biasa dari daerah tersebut. Rift Valley sebagai Kameramen serta Ahli Biologi DR. Richard Wiese mencari bentuk kehidupan ekstrim di tanah mendidih dari retakan gunung berapi yang besar.

Baju PKS Di Kaos Penduduk Ethiopia

Disinilah kehebohan dunia maya itu muncul dimana ditemukannya gambar kaos PKS di tengah-tengah masyarakat Ethiopia. Pada menit ke 8.11 – 8.17 dalam video, terlihat salahseorang peneliti asyik bermain dengan beberapa orang laki-laki dalam sebuah permainan tradisional menggunakan bola kecil dari sejenis karet. Terlihat berkali-kali seorang pria berikat kepala putih dan berbaju putih PKS no 16 (Pemilu 2004) merebut bola dan berlari dalam permainan itu.

Di antara komentar pengungjung Youtube yang sudah diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia :
“Sudah Ada Kader PKS yang berkunjung ke Tempat ini sebelum Program TV BBC…Dua Jempol Untuk PKS ” Kata Isroi
“Saya Menyukai Ini…Kaos PKS dalam Video ini, Wow…Kelompok Muslim dari Indonesia” Bagoes Zahra berseru.
Video lengkapnya dapat dilihat di bawah tulisan ini.

Apapun itu, sampai Tulisan ini diturunkan belum ada konfirmasi dari PKS apakah ada pengiriman pakaian layak pakai untuk masyarakat Ethiopia seperti halnya bantuan kemanusian yang selalu PKS berikan kepada Palestina, Irak, Afganistan dan Bantuan bencana yang ada diseluruh Indonesia. Kita nantikan Konfirmasi dari PKS. ***

Sumber :
http://www.bbc.co.uk/programmes/b00jch69
http://svs.gsfc.nasa.gov/vis/a010000/a010900/a010946/

Jakarta, 9 Februari 2014

* dari tulisan ADI SUPRIADI / Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan di Kompasiana

Perkenalkan Namanya: Ahmad Yassin

Posted on Updated on

Ia pemuda biasa. Lahir dari keluarga miskin lagi pengungsi. Ia bermimpi untuk melawan kezhaliman yg mencakar koyak wajah bumi para Nabi, tanah kelahirannya, sejak pertengahan abad lalu.

Suatu hari, ia bersama teman2nya membuat acara kemah ketangkasan di pantai Gaza. Dan dari sanalah kisah menakjubkan itu dimulai.

Di akhir acara mereka berlomba, mereka saling adu ketahanan. Siapa bisa melakukan head-stand, dialah sang pemenang.
Tiap menit, satu demi satu peserta menyerah. Lalu tinggalah dia sendiri, masih terus bertumpu di atas kepalanya bahkan sampai beberapa jam kemudian. Gila! Teman-temannya berseru.

Hingga pada satu titik waktu, ia tak tahan lagi. Lalu ia jatuh. Dan kakinya sulit digerakkan, bahkan serasa tak mampu menahan berat tubuhnya. Ia lumpuh di usia remajanya.

Dan perkenalkan, nama pemuda itu adalah… Ahmad Yassin.

Tapi, mimpinya tak ikut lumpuh. Ia memilih untuk menjadi guru Agama Islam. Dan karena mimpi-mimpinya yang menjulang, murid-muridnya tersengat.

Konon, tiap kali ia mengajarkan sesuatu, murid-muridnya bak kerasukan. Mereka begitu bersemangat mengamalkan apa yang dikatakannya. Suatu hari disinggungnya tentang salat malam. Maka paginya para wali murid memprotes pihak sekolah karena anak-anak jadi begadang semalaman menantikan sepertiga malam untuk salat. Suatu hari, disinggungnya pula tentang puasa sunnah. Maka para orangtua pun kelabakan karena hari-hari berikutnya anak-anak memboikot sarapan pagi dan makan siang untuk berpuasa.

Duhai kekuatan apakah itu, yang ada pada guru lumpuh itu? Itulah kekuatan jiwa. Begitu kokohnya hingga jasad yang rapuh itu bagaikan matahari, bersinar meledakkan.

Bertahun-tahun dia dipenjara Israel, sampai manusia pun bertanya apa bahayanya orang tua yang penyakitan ini? Dokter-dokter di penjara Israel hampir-hampir menganggapnya laboratorium hidup, karena hari tak berganti tanpa bertambahnya jenis penyakit di tubuh sang singa berkursi roda.

Inilah lelaki yang ditakuti Israel. Bukan yang seperti Rambo, hanya seorang lelaki berkursi roda yang bicaranya pun terbata-bata. Suaranya juga kecil hampir kehabisan bunyi.

Tapi kekuatan jiwanya itulah, jiwa yang dipenuhi mimpi, keyakinan pada janji Ilahi, membuatnya begitu perkasa, begitu berwibawa di hadapan jutaan pasukan bersenjata lengkap berkendara lapis baja.

Perkenalkan, namanya: Ahmad Yassin.. ***

*Salim A. Fillah

“IBU, AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN, AKUMAU JADI ORANG YANG BERTEPUK TANGAN DI TEPI JALAN”

Posted on Updated on

Sebuah tulisan yang dikutip seorang teman. Kepada penulisnya kuucapkan terima kasih telah menginspirasi Saya dan pembaca lainnya. Tulisannya berikut ini:

Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kenaikan kelas, anak perempuanku selalu mendapat ranking ke-23. Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan nomor ini. Sebagai orangtua, kami merasa panggilan ini kurang enak didengar, namun anehnya anak kami tidak merasa keberatan dengan panggilan ini.

Pada sebuah acara keluarga besar, kami berkumpul bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang adalah tentang jagoan mereka masing-masing. Anak-anak ditanya apa cita-cita mereka kalau sudah besar? Ada yang menjawab jadi dokter, pilot, arsitek bahkan presiden. Semua orang pun bertepuk tangan.

Anak perempuan kami terlihat sangat sibuk membantu anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya. Didesak orang banyak, akhirnya dia menjawab: “Saat aku dewasa, cita-citaku yang pertama adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main”.

Read the rest of this entry »

Refleksi #1 – Kakek Tua Penyiang Rumput

Posted on Updated on

Pagi ini ada tugas antar ibu mertua ke rumah kakak, sekalian antar anak-anak ke sekolah. Walaupun jalan agak macet, tapi pagi ini cukup teduh karena sang surya agak malu-malu menampakkan diri. Maklum tadi malam hujan cukup deras.
Sesampai di depan rumah kakak, terlihat dari spion seorang kakek tua berjalan mendorong sepeda beserta pikulan barang, sabit dan cangkul. Tubuh tuanya yang berjalan pelan, sesekali berhenti dan ia menoleh ke sekeliling. Sesekali menatap ke bawah, terutama diarahkan ke halaman rumah yang dilewati.
Saat kuparkir mobil dan keluar membantu itu menurunkan barang, di sudut mata kulihat ia berhenti beberapa saat di depan rumah Kami. Ia menatap ke arah rumah dan sesekali ke arahku. Seolah berharap aku mau menggunakan jasanya. Sayangnya, halaman rumah Kakak ditembok dan bagian yang kosongnya dipenuhi kerikil. Sehingga tidak pernah ada rumput yang perlu dibersihkan.
Ketika aku masuk membawakan barang ibu, sepertinya Bapak tua itu pergi dan melanjutkan perjalanan ikhtiarnya pagi itu.
Tiba-tiba muncul perasaan kagum, haru, kasihan dan respek yang amat dalam ke bapak tua itu. Di usianya yang tidak muda, dia tetap menunjukkan keperwiraannya untuk mencari nafkah halal yang thayyib dengan menjajakan jasanya. Bandingkan dengan anak-anak muda segar-bugar yang meminta-minta di perempatan jalan dengan kadang penuh paksa.
Ya Rabb, semoga Engkau Berikan rizki yang halal dan banyak kepada Bapak tua itu di hari-harinya. Cukupkan nafkahnya sehingga dia bisa tenang menggunakan waktu lainnya untuk beribadah kepada-Mu. Aammiin. ***

Kebathilan Tidak Bertahan Lama

Posted on Updated on

Kebathilan dan kediktatoran, tidak pernah bertahan lama, eksistensi mereka hanyalah bumbu dari perjuangan dakwah dan tegaknya Al-haq, karena dengan itu perjuangan menjadi menarik, dakwah menjadi nikmat dan bersemangat. Firman Allah: “Katakan Al-haq itu pasti tiba dan kebathilan pasti lenyap, sesungguhnya kebatilan pasti lenyap”(QS: Al-Isra’: 81)

Terbunuhnya Jenderal Ridha Hafidz beberapa hari yg lalu, salah seorang jenderal pendukung kudeta dan Menteri produksi alat perang Mesir, yang diduga kuat dibunuh oleh As-sisi dan kelompok jenderal pro As-sisi, memberikan isyarat kuat bahwa rezim Militer Mesir yg merebut kekuasaan Dr. Mursi Al-hafidz itu akan segera berakhir dan tinggal menunggu waktu, beberapa sumber dekat militer Mesir mengatakan, bahwa Jendral Ridha Hafid mati setelah beberapa hari sebelumnya berselisih paham sehingga As-sisi sangat marah padanya, bahkan tim jenderal As-sisi yg diketuai keluarga As-sisi(Jendral Subhi, Askar, Hijazi dll) mengusulkan pada As-sisi untuk menghabisi jedral Ridha Hafid, karena tidak sejalan lg dgn instruksi sang diktator, setelah peristiwa tersebut, Ridha hafid terbunuh.
Isyarat berikutnya menunggu berakhirnya Rezim militer mesir ini, bahwa 2 hari yg lalu, mahasiswa dari seluruh Univ. Di mesir berhasil memasuki Tahrir Squard, lapangan yg bersejarah yg menjadi saksi lengsernya Mubarak, mahasiswa menduduki tahrir ini setelah berjuang menembus blokade militer yg sangat represif dan ganas.
Nampaknya Skenario kembalinya Presiden Mursi yg penulis tulis di media ini beberapa waktu yg lalu, akan berjalan sesuai dgn izin Allah swt, bahwa hancurnya rezim militer ini, Pertama dimulai dari pecahnya tubuh militer yg saat ini para jenderal yg kontra As-sisi sudah muak dgn As-sisi dan khawatir terhadap hancurnya ekonomi mesir akan melakukan tindakan nyata menyingkirkan As-sisi segera. Kedua, Hancurnya perekonomian Mesir dan bangrutnya negara telah menyadarkan rakyat mesir seluruhnya bahkan yg pro kudeta sebelumnya, mulai melawan rezim kudeta, mereka telah sadar bahwa pemerintahan As-sisi menuju kehancuran mesir bukan menyelamatkannya, salah seorang diantaranya adalah jubir PM kudeta yang sangat meyakini bahwa mesir saat ini menuju kehancuran.
“Sungguh kebathilan itu hanya sementara”.
Wallahu a’lam. ***