Month: December 2013

Refleksi #1 – Kakek Tua Penyiang Rumput

Posted on Updated on

Pagi ini ada tugas antar ibu mertua ke rumah kakak, sekalian antar anak-anak ke sekolah. Walaupun jalan agak macet, tapi pagi ini cukup teduh karena sang surya agak malu-malu menampakkan diri. Maklum tadi malam hujan cukup deras.
Sesampai di depan rumah kakak, terlihat dari spion seorang kakek tua berjalan mendorong sepeda beserta pikulan barang, sabit dan cangkul. Tubuh tuanya yang berjalan pelan, sesekali berhenti dan ia menoleh ke sekeliling. Sesekali menatap ke bawah, terutama diarahkan ke halaman rumah yang dilewati.
Saat kuparkir mobil dan keluar membantu itu menurunkan barang, di sudut mata kulihat ia berhenti beberapa saat di depan rumah Kami. Ia menatap ke arah rumah dan sesekali ke arahku. Seolah berharap aku mau menggunakan jasanya. Sayangnya, halaman rumah Kakak ditembok dan bagian yang kosongnya dipenuhi kerikil. Sehingga tidak pernah ada rumput yang perlu dibersihkan.
Ketika aku masuk membawakan barang ibu, sepertinya Bapak tua itu pergi dan melanjutkan perjalanan ikhtiarnya pagi itu.
Tiba-tiba muncul perasaan kagum, haru, kasihan dan respek yang amat dalam ke bapak tua itu. Di usianya yang tidak muda, dia tetap menunjukkan keperwiraannya untuk mencari nafkah halal yang thayyib dengan menjajakan jasanya. Bandingkan dengan anak-anak muda segar-bugar yang meminta-minta di perempatan jalan dengan kadang penuh paksa.
Ya Rabb, semoga Engkau Berikan rizki yang halal dan banyak kepada Bapak tua itu di hari-harinya. Cukupkan nafkahnya sehingga dia bisa tenang menggunakan waktu lainnya untuk beribadah kepada-Mu. Aammiin. ***

Advertisements

Kebathilan Tidak Bertahan Lama

Posted on Updated on

Kebathilan dan kediktatoran, tidak pernah bertahan lama, eksistensi mereka hanyalah bumbu dari perjuangan dakwah dan tegaknya Al-haq, karena dengan itu perjuangan menjadi menarik, dakwah menjadi nikmat dan bersemangat. Firman Allah: “Katakan Al-haq itu pasti tiba dan kebathilan pasti lenyap, sesungguhnya kebatilan pasti lenyap”(QS: Al-Isra’: 81)

Terbunuhnya Jenderal Ridha Hafidz beberapa hari yg lalu, salah seorang jenderal pendukung kudeta dan Menteri produksi alat perang Mesir, yang diduga kuat dibunuh oleh As-sisi dan kelompok jenderal pro As-sisi, memberikan isyarat kuat bahwa rezim Militer Mesir yg merebut kekuasaan Dr. Mursi Al-hafidz itu akan segera berakhir dan tinggal menunggu waktu, beberapa sumber dekat militer Mesir mengatakan, bahwa Jendral Ridha Hafid mati setelah beberapa hari sebelumnya berselisih paham sehingga As-sisi sangat marah padanya, bahkan tim jenderal As-sisi yg diketuai keluarga As-sisi(Jendral Subhi, Askar, Hijazi dll) mengusulkan pada As-sisi untuk menghabisi jedral Ridha Hafid, karena tidak sejalan lg dgn instruksi sang diktator, setelah peristiwa tersebut, Ridha hafid terbunuh.
Isyarat berikutnya menunggu berakhirnya Rezim militer mesir ini, bahwa 2 hari yg lalu, mahasiswa dari seluruh Univ. Di mesir berhasil memasuki Tahrir Squard, lapangan yg bersejarah yg menjadi saksi lengsernya Mubarak, mahasiswa menduduki tahrir ini setelah berjuang menembus blokade militer yg sangat represif dan ganas.
Nampaknya Skenario kembalinya Presiden Mursi yg penulis tulis di media ini beberapa waktu yg lalu, akan berjalan sesuai dgn izin Allah swt, bahwa hancurnya rezim militer ini, Pertama dimulai dari pecahnya tubuh militer yg saat ini para jenderal yg kontra As-sisi sudah muak dgn As-sisi dan khawatir terhadap hancurnya ekonomi mesir akan melakukan tindakan nyata menyingkirkan As-sisi segera. Kedua, Hancurnya perekonomian Mesir dan bangrutnya negara telah menyadarkan rakyat mesir seluruhnya bahkan yg pro kudeta sebelumnya, mulai melawan rezim kudeta, mereka telah sadar bahwa pemerintahan As-sisi menuju kehancuran mesir bukan menyelamatkannya, salah seorang diantaranya adalah jubir PM kudeta yang sangat meyakini bahwa mesir saat ini menuju kehancuran.
“Sungguh kebathilan itu hanya sementara”.
Wallahu a’lam. ***

Jangan “Mati Gaya” Di Hadapan Promotor Kemungkaran

Posted on Updated on

Seringkali kita dihadapkan pada sebuah kenyataan dimana kemungkaran dipromosikan secara terbuka. Kemungkaran yang oleh sebagian orang dipahami sebagai perbuatan yang kalaupun ada yang berani melakukannya, maka dia dilakukan secara tersembunyi, itupun masih panas dingin. Namun kini mereka sudah menyatakan resmi menganut ideologi Iblis; “Kalo saya sesat, maka orang lain pun harus sesat!” Jadilah dia promotor kemungkaran. Read the rest of this entry »

Tipu Daya Para Penghambat Dakwah Parlemen

Posted on Updated on

Oleh: Dodi Indra Permadi

DUA langkah telah dilakukan untuk menghambat perjuangan amar ma’ruf nahi mungkar di parlemen, pertama, mengharamkan parlemen dan jalan menuju ke parlemen yaitu pemilu atau demokrasi. Kedua, membentuk opini negatif dengan jalan mengungkap kelemahan, kejelekan dan kesalahan orang-orang yang berjuang di parlemen, dari dua langkah tersebut diharapankan umat Islam menjauhi dan tidak mendukung perjuangan di parlemen.

Langkah pertama sangat relevan, karena mencari hukum sebuah perbuatan akan sangat bermanfaat bagi kehidupan umat Islam, tapi sayangnya, telah nyata tidak ada nash yang mengharamkannya tetap mencari-cari nash untuk mengharamkannya, sehingga mudharat yang akan didapat, karena akan dapat mengharamkan sesuatu yang tidak haram seperti libur hari Sabtu-Minggu, pajak 10%, sistem jenjang pendidikan SD sampai perguruan tinggi, gelar kelulusan atau ijazah dan banyak hal lagi yang harus diharamkan. Read the rest of this entry »

Kisah Hakim yang Adil

Posted on Updated on

Kisah Hakim Adil yang memenangkan Nasrani melawan Khalifah Harun Ar Rasyid ini sangat meninspirasi.

Imam Abu Yusuf adalah salah seorang murid dan pewaris mazhab Abu Hanifah. Dan beliau
adalah qadhil qudhah (hakim agung) di zaman Khalifah Harun Ar Rasyid.
Beliau pernah mengadili antara Khalifah Harun Ar Rasyid dan seorang yang beragama Nashrani
dalam satu sengketa yang terjadi di antara mereka berdua.
Dalam perkara itu Abu Yusuf memenangkan orang Nashrani, dan Harun pada pihak yang
kalah. Karena memang terbukti kebenaran berpihak kepada orang Nashrani.
Read the rest of this entry »

Nasihat Asysyahid Hasan Al-Banna

Posted on Updated on

“Berbagai organisasi akan membicarakan kalian. Jika mereka membicarakan kalian dengan baik maka bersyukurlah kepada Allah dan hendaklah omongan-omongan tersebut jangan sampai mengaburkan kalian dari kebenaran serta hakikat kalian. Adapun jika pembicaraan tersebut tidak sesuai dan tidak baik maka minta maaflah, dan tunggulah hingga zaman membuka hakikat yang sebenarnya. Janganlah kalian balas dosa itu dengan dosa yang sama. Sekali-kali janganlah kalian disibukkan untuk membalas omongan-omongan tersebut, karena hanya akan menyia-nyiakan kesungguhan kalian. Yakinlah bahwa semua itu tidak akan membuat kalian gentar dan mundur, juga tidak akan merusak kalian, jika kalian bersabar dan bertakwa. Yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.

Kalian juga akan mendengar berbagai organisasi menuduh kalian berhubungan dengan organisasi yang kalian benci dan musuhi. Tidak usah diperhatikan semua itu, dan janganlah kalian berusaha untuk menanggapi atau mengklarifikasi nya, karena seorang penuduhlah yang harus memperlihatkan bukti kebenaran tuduhannya. Dalam hal ini, permasalahannya tidak keluar dari dua kondisi. Pertama, jika tuduhan itu benar dan sungguh-sungguh maka mereka akan berusaha membuktikannya. Dan dalam rangka mencari pembuktian itulah mereka justru akan mengetahui hakikat dakwah kalian; bahwa kalian hanya berhubungan dengan Allah dan Rasul-Nya, dan kalian hanya beramal demi Islam serta penganutnya. Kedua, adapun jika tuduhan itu hanya main-main maka hal itu sedikit pun tidak akan merusak kalian. Biarkanlah mereka dengan tuduhan itu, lalu mohonlah agar Allah memberikan kita semua hidayah dan kemenangan.”

*Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna dalam Risalah Mu’tamar As-Sadis

Syetan Terus Mengelabui Kita

Posted on Updated on

Sebuah renungan lain yang menyentil saya amat keras:

Doeloe… orang tua kita berangkat bekerja setelah matahari terbit dan sudah kembali ke rumah sebelum matahari terbenam.
Walaupun memiliki anak yang banyak…..rumah dan halaman pun tetap luas, bahkan tidak sedikit ada yang memiliki kebun…dan semua anak-anaknya bersekolah….

Sekarang….banyak yang berangkat kerja subuh dan sampai rumah setelah isya, tapi rumah dan tanah yang dimiliki tidak seluas rumah orang tua kita, dan bahkan banyak yang takut memiliki anak banyak karena takut kekurangan….

“Dan sungguh akan اَللّهُ berikan cobaan kepada manusia dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta….”
(Al Baqoroh (2) AYAT 155)

Ada yang salah dengan cara hidup orang modern….

Orangtua kita hidup tanpa banyak alat bantu….tapi tenang menjalani hidupnya…
Sementara kita yang dilengkapi dengan pampers, mesin cuci, kompor gas, HP, kendaraan, TV, email, FB, Twitter, , ipad, ruangan ber AC dll..harusnya mempermudah hidup ini….tapi ternyata tidak, sampai2 tidak sempat kita menikmati hidup karena semuanya dilakukan terburu-buru…

…berangkat kerja, TERBURU-BURU…
…pulang kerja, juga TERBURU-BURU…
…makan siang, TERBURU-BURU…
…dilampu merah, TERBURU-BURU…
…berdo’a pun, TERBURU-BURU…
…bahkan sholatpun, TERBURU-BURU…

sifat diatas bukti dari Al-Qur’an surat Al Isra’ (17) ayat 11
” Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa”

Hanya mati……..yang tidak seorangpun mau TERBURU-BURU….

Saking takutnya akan kurangnya harta untuk keluarga sampai-sampai kita HITUNGAN dalam BERSEDEKAH, sementara اَللّهُ tidak pernah hitungan dalam memberi rizki kepada kita.

“Setan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh berbuat kikir….”
(Al Baqoroh (2) AYAT 268)

Bahkan saking lebih takutnya kita kehilangan pekerjaan hingga berani melewatkan sholat subuh, sholat maghrib dsb..
Sampai dimanakah hidup kita pada hari ini…..???

— semoga bermanfaat (y) —