Month: November 2013

Info tak Berpengirim

Posted on Updated on

Perkembangan syiah akhir-akhir ini di Indonesia semakin nyata dan terang-terangan. Saat bulan Dzulhijjah kemarin saja mereka mengadakan hari raya mereka: Idul Ghodir.
Barusan, saat duduk-duduk tiba-tiba ada yang mengirim pesan. Seorang teman dengan isi pesan berikut:
“Berhati hatilah dengan penyebaran Syiah di Indonesia. Berikut diantara nya nama nama Yayasan Syiah di Indonesia :

1. Fatimah di Jakarta

2. Al-Muntazar di Jakarta

3. Mula Shadra di Bogor

4. YAPI di Bangil Jatim

5. Al-Itrah di Jember Jatim

6. Rausyan Fikr di Jogja Read the rest of this entry »

Advertisements

Pelajaran “MENGANTRI”

Posted on Updated on

Seorang guru di Australia pernah berkata, “Kami tidak terlalu khawatir jika anak-anak sekolah dasar kami tidak pandai matematika. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”
Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu? Karena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya. Inilah jawabannya: “Karena kita hanya perlu melatih anak selama tiga bulan saja secara intensif untuk bisa matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga dibalik proses mengantri. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka menjadi penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.”
“Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI?” Read the rest of this entry »

Rahasia Keajaiban Istighfar

Posted on Updated on

Suatu hari, Imam Ahmad bin Hanbal kemalaman di suatu daerah. Karena tak punya tempat menginap, beliau bertanya kepada orang-orang. Mungkin karena tak ada yang mengenali sosok Imam Ahmad, tak ada satupun yang mau menampungnya hingga pagi.

Kecuali satu. Seorang tukang roti.

Sampai di rumah sang tukang roti, perut Imam Ahmad kelaparan. Beliau memang belum makan. Maka, begitu baik hatinya, si tukang roti membuatkan roti baru untuk tamunya. Yang hangat dan menggoda selera.

Yang menarik, ketika tiba waktunya mengaduk adonan. Saat itu, si tukang roti terus-menerus mengucap istighfar. Keheranan Imam Ahmad dan berujung tanya. Kenapa si tukang roti berbuat demikian?

Ia berkata, dengan istighfar, Allah selalu memudahkan hidupnya. Selalu membantunya menemui jalan keluar dari setiap masalah. Dengan istighfar, keinginan-keinginannya juga dikabulkan.

Semuanya sudah dikabulkan, “kecuali satu.” Read the rest of this entry »