Month: August 2012

Wasiat Rasulullah kepada Anas bin Malik

Posted on Updated on

Dalam sebuah hadits Rasulullah saw bersabda, “Wahai anakku, apabila kamu mampu pada setiap pagi dan sore hati kamu tidak terdapat kebencian terhadap seorang pun, maka lakukanlah. Karena yang demikian itu adalah termasuk dari sunnahku, dan barang siapa menghidupkan sunnahku, maka dia mencintaiku. Barang siapa mencintaiku, maka ia akan bersamaku di surga.”
Pelajaran yang bisa kita ambil dari wasiat tersebut adalah:
1. Menjaga kebersihan dan kesehatan hati. Hati sebagaimana kita ketahui, selalu potensi bertolak belakang, dua kutub yang saling bertentangan. Dua potensi itu adalah mengajak kebaikan atau kejahatan, ketaatan atau kemaksiatan;
2. Menghidupkan sunnah Rasulullah saw. Di zaman sekarang ini, sudah banyak orang yang meninggalkan sunnah-sunnah Rasulullah saw. Kalau pun ada yang memperhatikan mereka cenderung membatasi sunnah sebagai pengatur ibadah ritual saja. Akibatnya Islam hanya dibatasi dalam shalat dan puasa. Pemahaman yang tidak tepat ini tidak diinginkan oleh Rasulullah saw . Islam adalah agama yang sempurna, universal dan komprehensif. Tidak ada bagian dari kehidupan manusia kecuali islam telah memberikan petunjuknya;
3. Mencintai Rasulullah saw. Tentu setiap cinta membutuhkan bukti dan bukti cinta kita kepada Rasulullah saw adalah menjadikan Rasulullah saw sebagai qudwah atau suri teladan dalam kehidupan kita, termasuk dalam memenej hati kita. Allahu A’lam. ***

*Ust Eka Hardiana

Posted with WordPress for BlackBerry.

TANDA-TANDA SESEORANG BERAKHLAQ

Posted on Updated on

Yusuf bin Asbãth mengatakan, akhlak mulia terangkum dalam 10 hal berikut ini:
1) Tidak memperuncing perbedaan pendapat (tidak suka berselisih paham)
2) Mudah memaklumi (berlaku obyektif)
3) Tak mau mencari-cari kesalahan orang 4) Memperbaiki apa yang tampak tidak baik
5) Tidak sungkan untuk meminta maaf
6) Tahan kecaman (Tabah menghadapi segala kepedihan dan kesulitan)
7) Jika menghadapi kegagalan, tidak menyalahkan orang lain, tetapi justru mengintrospeksi diri sendiri.
8) Mencari-cari kekurangan diri sendiri, bukan kekurangn orang lain.
9) Berwajah berseri (Murah senyum) kepada semua orang.
10) Bertutur kata santun kepada semua orang. ***

*Ust Eka Hardiana

Posted with WordPress for BlackBerry.

Tingkatan Al-Isti’ab

Posted on Updated on

Perumpamaan Tingkatan Al-Isti’ab Da’i digambarkan dalam hadits ini, “Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang dengannya Allah mengutusku adalah bagaikan hujan yang turun ke bumi. Maka ada bagian bumi yang baik, ia menerima air hujan itu dengan baik, lalu menumbuhkan tanaman dan rerumputan yang banyak. Ada juga bagian bumi yang menahan air, lalu Allah memberikan manfaat kepada manusia dengan air yang disimpannya, sehingga mereka bisa minum dan menyirami tanaman dari air tersebut. Bagian lainnya adalah padang tandus, ia sama sekali tidak bisa menyimpan air dan juga tidak menumbuhkan apa pun. Demikian itu adalah perumpamaan orang yang diberi kepahaman dalam agama, lalu ia dapat memanfaatkan apa yang aku bawa itu, hingga ia senantiasa belajar dan mengajarkan apa yang ia pahami. Dan perumpamaan orang yang sama sekali tidak ambil peduli dan tidak mau menerima petunjuk Allah yang aku sampaikan.” (HR. Bukhari dan Muslim). ***

[Kitab Al-Istii’aab Fi Hayatid-Da’wah wad-Da’iyah, Dr. Fathi Yakan]

Posted with WordPress for BlackBerry.

Tujuan Keluarga

Posted on Updated on

Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, kita dapat mengatakan bahwa tujuan terpenting dari pembentukan keluarga adalah hal-hal berikut: 1. Mendirikan syariat Allah dalam segala permasalahan rumah tangga; 2. Mewujudkan ketentraman dan ketenangan psikologis; 3. Mewujudkan Sunnah Rasulullah saw. dengan melahirkan anak-anak shaleh sehingga umat manusia merasa bangga dengan kehadiran kita; 4. Memenuhi kebutuhan cinta kasih anaka-anak; 5. Menjaga fitrah anak agar anak tidak melakukan penyimpangan-penyimpangan. ***
(Kitab Ushulut-Tarbiyah Islamiyah wa Asalibiha fil-Baiti wal Madrasati wal Mujtama’, karya Syaikh Abdurrahman An-Nahlawi)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Dakwah adalah Cinta

Posted on Updated on

Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari…. ***

*Ust Rahmat Abdullah

Posted with WordPress for BlackBerry.

Keikhlasan Kaab bin Malik

Posted on Updated on

Salah satu buah dari keikhlasan adalah selamat dari cinta harta, kedudukan dan popularitas. Ka’ab bin Malik ra berkata, Rasulullah saw bersabda,”Tidaklah dua serigala lapar yg dikirim ke kambing lebih merusak dari pada ambisi seseorang terhadap harta dan kedudukan.” (HR. Imam Tirmidzi).
Ka’ab bin Malik adalah seorang sahabat yg tidak ikut perang Tabuk karena bersantai-santai. Akibatnya, dia mendapat hukuman yg berat berupa pengucilan dari Rasulullah saw dan para sahabat selama 50 hari. Namun, dia jujur dan menjelaskan apa adanya kepada Rasulullah saw, tidak seperti kaum munafik yg mengungkapkan seribu satu alasan.
Pada saat sulit dan dunia terasa sempit, muncul tawaran suaka politik dari raja Ghasan (Nashara). Namun, Ka’ab bin Malik ikhlas menerima ujian itu dan menolak tawaran Raja Ghasan berupa kemewahan dan popularitasnya. Dia pun selamat. Lebih dari itu, peristiwa yg dialaminya diabadikan Al-Qur’an. ***

*Ust Eka Hardiana

Posted with WordPress for BlackBerry.

Kekuatan Harapan

Posted on Updated on

Nabi NUH blm tahu banjir akan dtg ketika ia membuat kapal & ditertawai kaumnya.

Nabi IBRAHIM blm tahu akan tersedia domba ketika pisau nyaris memenggal buah hatinya.

Nabi MUSA belum tahu laut akan terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.

Nabi MUHAMMAD SAW pun belum Tahu kalau Madinah adalah Kota Tersebarnya Ajaran yang dibawanya saat beliau diperintahkan berhijrah..

Yang Mereka Tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada perintah ‎​اَللّهُ dan tanpa berhenti Berharap ƴαήƍ Terbaik…

Ternyata dibalik keTIDAKTAHUan kita, ‎​اَللّهُ telah menyiapkan SURPRISE saat kita menunaikan perintahNYA.

BIASANYA Tangan2 ‎​اَللّهُ Bekerja ϑi detik2 Terakhir Usaha Hamba-Nya..
So, Never Give Up Make Better For the Best..

Kalaupun Hasil Yang kita Usahakan Jauh dari Harapan bahkan Menyakitkan, tak usah kita berkecil hati…

Karena sering ‎​اَللّهُ mencintai kita dengan cara2 yang kita benci… ***

*Ust Lukman

Posted with WordPress for BlackBerry.