Month: July 2012

Pemutus Segala

Posted on Updated on

Perjalanan hidup manusia di dunia akan berakhir dengan kematian. Semuanya akan mati sebagai pahlawan atau selebritas, pengusaha atau tuna karya, orang beriman atau kafir, pemimpin atau rakyat jelata, kaya atau miskin, sehat atau sakit, tua atau muda, lelaki atau perempuan. Mereka akan meninggalkan segala sesuatu yang telah dikumpulkannya. Semua yang dikumpulkan manusia tidak akan berguna, kecuali amal salehnya berupa sedekah yang mengalir, ilmu yang bermanfaat dan anak yang saleh. Kematian adalah penghancur kelezatan dan gemerlapnya kehidupan dunia, kematian bukanlah akhir kesudahan manusia, bukan pula tempat istirahat yang panjang, kematian adalah akhir dari kehidupan di dunia dengan segala yang telah dipersembahkannya berupa amal perbuatan sebagai modal menjalani rihlah (perjalanan hidup) berikutnya…. ***

* Ust Eka Hardiana

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Tingkatkan Keruhanianmu

Posted on Updated on

Imam Syahid Hasan Al-Bana,”Wahai Saudara yang tercinta! Di hadapanmu setiap hari terdapat suatu saat di pagi hari, suatu saat di petang hari dan suatu saat di penghujung malam, yang semuanya dapat kamu gunakan untuk meningkatkan kerohanianmu yang suci ke tingkat yang tinggi, sehingga kamu dapat meraih kebaikan dunia dan akhirat. Di hadapanmu ada hari jumat dan malam harinya yang dapat kamu gunakan untuk memenuhi kedua tanganmu, hatimu dan ruhmu dengan limpahan yang deras dari rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya. Dan di hadapannya terdapat musim-musim ketaatan, hari-hari ibadah dan malam-malam untuk pendekatan diri kepada Allah melalui bimbingan yang diberikan kepadamu oleh kitabmu yang mulia dan rasulmu yang agung. Untuk itu hendaklah engkau rajin menggunakannya agar menjadi orang-orang yang berdzikir, bukan menjadi orang-orang yang lalai, dan menjadi orang-orang yang beramal bukan menjadi orang-orang malas. Gunakanlah waktu itu sebaik-baiknya karena waktu itu bagaikan pedang, dan janganlah kamu menangguh-nangguhkan kesempatan ini, karena sesungguhnya tiada yang lebih berbahaya dari sikap menangguh-nangguhkan kebaikan.” ***
(Majalah Dakwah, edisi pertama, no.8 tahin 1951 M)

*Ust Eka Hardiana

Posted with WordPress for BlackBerry.

Buah Keikhlasan

Posted on Updated on

Salah satu buah dari keikhlasan selamat dari cinta harta, kedudukan dan popularitas. Ka’ab bin Malik ra berkata, Rasulullah saw bersabda,”Tidaklah dua serigala lapar yg dikirim ke kambing lebih merusak dari pada ambisi seseorang terhadap harta dan kedudukan.” (HR. Imam Tirmidzi). Ka’ab bin Malik adalah seorang sahabat yg tidak ikut perang Tabuk karena bersantai-santai. Akibatnya, dia mendapat hukuman yg berat berupa pengucilan dari Rasulullah saw dan para sahabat selama 50 hari. Namun, dia jujur dan menjelaskan apa adanya kepada Rasulullah saw, tidak seperti kaum munafik yg mengungkapkan seribu satu alasan. Pada saat sulit dan dunia terasa sempit, muncul tawaran suaka politik dari raja Ghasan (Nashara). Namun, Ka’ab bin Malik ikhlas menerima ujian itu dan menolak tawaran raja Ghasan berupa kemewahan dan popularitasnya. Dia pun selamat. Lebih dari itu, peristiwa yg dialaminya diabadikan Al-Qur’an. ***

*Ust Eka Hardiana

Posted with WordPress for BlackBerry.