Kita Berperang dengan Amal-amal Kita

Posted on Updated on

Khiththah kita tidak boleh menyandarkan kemenangan pada volume rekrutmen dan kekuatan saja. Sebaliknya, kita menjadikan ukuran keshalehan yang kita peroleh sebagai faktor mendasar. Setiap kali akhlak imani yang utama menyeruak di tengah kita, tingkat kejernihan hati meningkat, istighfar semakin bertambah dan taubat dilakukan terus menerus, maka langkah kita menuju kemenangan akan lebih dekat dalam persepsi Islami dan lebih patut mencapai tujuannya. Riwayat mengenai makna ini dari kaum salaf bersifat mutawatir. Dituturkan dari ‘Umar bin Khaththab ra. bahwa ia menasehati pasukannya agar bertaubat sebelum bertempur. Abu Darda’ ra. berkata,”Wahai kaum muslimin kerjakan amal shaleh sebelum berperang karena kalian berperang dengan (bersenjatakan) amal-amal kalian.” Fudhail bin Iyadh berkata kepada para mujahid saat hendak berangkat perang,”Kalian harus bertaubat, karena taubat mampu menolak dari kalian sesuatu yang tidak bisa ditolak dengan pedang.”…(Kitab al-Masaar, karya ustadz Muhammad Ahmad ar-Rasyid). ***

*Ust Eka Hardiana

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s