Month: May 2012

C E M B U R U

Posted on Updated on

Sahabat Rasulullah yg bernama Saad adalah laki2 yg paling pencemburu diantara sahabat lainya. Dia bisa marah dan menghunus pedang saat ada laki-laki lain yg memandang istrinya dari jarak 50 m, padahal Istringa menutup seluruh auratnya dan bercadar.

Sampai suatu ketika dalam sebuah majlis yg dihadiri Saad dan sahabat lainya Rasulullah bertanya kepada hadirin “Hal fiikum aghyaru min sa’ad? ‘apakah ada diantara kalian yg lebih pencemburu daripada sa’ad..?'”

Mereka menjawab “Laa ‘Tidak, Ya Rasulullah'”. Maka pada saat itu Rosul menjawab “Allahu aghyaru min Sa’ad… ‘Allah lebih pencemburu daripada Sa’ad'”

Allah sangat cemburu pada kita saat kita rapat dengan Dirut, lalu Allah memanggil melalui azan, tapi kita cuekin. Seakan-akan Pak Dirut lebih penting daripada Allah. Padahal pak Dirut bikin perusahaan di bumi Allah…. πŸ™‚

Allah juga cemburu saat kita tertidur pulas dengan istri di 1/3 malam. Seakan istri lebih penting daripada Allah…. πŸ™‚
Pagi saat bangun pun yg dipegang dan dibaca duluan bukanlah Al-Quran Kalamullah… Melainkan BBM, SMS, email, atau koran. Allah sangat cemburu karena ‘suratnya’ dicuekin…. Jangankan diamalkan, dibacapun tidak.

Begitulah kondisi saat ini bahwa kita sudah terlalu banyak menyepelekan Allah. Menganggap enteng siksa Allah. Dan kita sadar itu, dan terus melakukanya (Al-Adiyat: 6-8)

Tahukah bahwa “Allah telah memuliakan kuda perang yg berlari diwaktu subuh dengan cepat dan terengah2 masuk ke jantung pertahanan musuh, dgn ancaman keematian…” hanya karena taat kepada Allah. (Al Adiyat : 1-5)

Sedang kita tertidur pulas saat itu. Salat Shubuh di masjid hanya 2 Shaf. (Shafiyudin sebagai imam dan shofyan bilalnya :). Padahal di mesjid sama sekali tidak ada ancaman apapun.

Allahu akbar… Ayo kita setia kepada Allah.. Karena nanti Allah akan membongkar kuburan kita dan membongkar isi dada kita. Dan hari itu tdk ada dusta diantara Allah dangan kita. (Al-Adiyat :9-11)

Wallahu a’lam. ***

* (Kutipan kajian tafsir ust DR. Amir Faishol, Rabu 23/5/12)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Ikhlas yang Sesungguhnya

Posted on Updated on

Berkata Imam Syahid Hasan Al-Banna tentang makna ikhlas,”Ikhlas yang saya kehendaki adalah seorang akh Muslim yang mengarahkan seluruh perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya untuk Allah, mengharap ridha-Nya, dan kebaikan pahala dari-Nya tanpa melihat kekayaan dunia, penampilan, kedudukan, sebutan, kemajuan, atau kemunduran. Dengan demikian, dia menjadi tentara fikrah dan akidah, bukan tentara dunia dan kepentingan. Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya. Demikian itulah yang diperintahkan kepadaku.’ Dengan demikian, akh Muslim memahami slogan abadinya,’Allahu Ghayatuna’ (Allah adalah Tujuan Kami). Allahu Akbar wa lillahil hamd.” ***

Posted with WordPress for BlackBerry.

Kesuksesan & Arogansi

Posted on Updated on

Seorang CEO dari perusahaan Fortune 100 mengatakan, β€œSuccess can lead to arrogance. When we are arrogant, we quit listening. When we quit listening, we stop changing. In today’s rapidly moving world, if we quit changing, we will ultimately fail.”
Sukses bisa membuat kita jadi arogan. Saat kita arogan, kita berhenti mendengarkan. Ketika kita berhenti mendengarkan, kita berhenti berubah. Dan di dunia yang terus berubah dengan begitu cepatnya seperti sekarang, kalau kita berhenti berubah, maka kita akan gagal. ***

Posted with WordPress for BlackBerry.

Tak Pantas Kita Tak Bersyukur

Posted on Updated on

Karena hujan yg tidak kunjung berhenti, akhirnya saya memutuskan menerobos hujan karena hari sudah malam. Sampai di Tegalega, perut sudah tidak bisa diajak kompromi, akhirnya saya memutuskan mampir di warung nasi tenda dipinggir jalan.
Lagi asik menikmati pecel lele, masuklah seorang bapak, dengan isteri & 2 anaknya. Yg menarik adalah kendaraan mereka adalah gerobak dorong. Lalu bapak ini memesan 2 piring nasi & ayam goreng utk istri & anaknya.
Pertamanya sih ga ada yg menarik, tetapi ketika saya selesai makan, ada yg menarik hati saya. Ternyata, yg menikmati makanan itu hanya istri dan anaknya. Sedangkan sang bapak hanya melihat istri dan anaknya menikmati makanan itu. Sesekali saya melihat anaknya tertawa senang dan sangat menikmati ayam goreng yg dipesan oleh bapaknya.
Saya perhatikan, wajah sang bapak, walau tampak kelelahan terlihat senyum bahagia di wajahnya. Lalu saya mendengar dia berkata pelan, “makan yg puas, Nak! Hari ini ‘kan kau ulang tahun….” Saya terharu mendengarnya. Seorang bapak, dgn keterbatasannya, (mungkin) sebagai pemulung memberi ayam goreng warung tenda dipinggir jalan, sebagai hadiah untuk anaknya yang ulang tahun.
Hampir menangis rasanya saya diwarung itu. Segera sebelum air mata ini tumpah, saya berdiri, dan membayar makanan saya dan juga dengan pelan saya bilang ke penjaga warung, “mas, makanan bapak itu, biar saya yg bayar. Dan tolong tambahin nasi ayam goreng dan tahu tempe.” Lalu lekas-lekas saya pergi. Kisah ini kutulis, untuk bahan perenungan. Bahwa Tuhan sudah memberikan yg terbaik untuk saya, untuk kami, untuk kita saat ini. Kita sering dan biasa makan di Sushi-Tei, Kentucky, Mc Donald, Hoka Hoka Bento, Pizza Hut dsb. Padahal bagi orang disekitar kita, pecel lele pinggir jalan, adalah makanan mewah. Sungguh tak pantas bagi saya untuk mengeluh & merasa kurang…. ***

*Ismail A Said (Wartawan Republika)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Doa Ibu

Posted on Updated on

Seorang bocah mungil sedang asyik bermain-main tanah. Sementara sang ibu sedang menyiapkan jamuan makan yang diadakan sang ayah. Belum lagi datang para tamu menyantap makanan, tiba-tiba kedua tangan bocah yang mungil itu menggenggam debu. Ia masuk ke dalam rumah dan menaburkan debu itu diatas makanan yang tersaji. Tatkala sang ibu masuk dan melihatnya, sontak beliau marah dan berkata, “idzhab ja’alakallahu imaaman lilharamain,” Pergi kamu..!!! Biar kamu jadi imam di Haramain…!”
Dan SubhanAllah, kini anak itu telah dewasa dan telah menjadi imam di masjidil Haram…!! Tahukah kalian, siapa anak kecil yang di doakan ibunya saat marah itu…??
Beliau adalah Syeikh Abdurrahman as-Sudais, Imam Masjidil Haram yang nada tartilnya menjadi favorit kebanyakan kaum muslimin di seluruh dunia.
*****
Ini adalah teladan bagi para ibu, calon ibu, ataupun orang tua. Hendaklah selalu mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya. Bahkan meskipun ia dalam kondisi yang marah. Karena salah satu doa yang tak terhalang adalah doa orang tua untuk anak-anaknya. Sekaligus menjadi peringatan bagi kita agar menjaga lisan dan tidak mendoakan keburukan bagi anak-anaknya. Meski dalam kondisi marah sekalipun.
“Janganlah kalian mendoakan (keburukan) untuk dirimu sendiri, begitupun untuk anak-anakmu, pembantumu, juga hartamu. Jangan pula mendoakan keburukan yang bisa jadi bertepatan dengan saat dimana Allah mengabulkan doa kalian…” ***

*Ust Lukman

Posted with WordPress for BlackBerry.

Kita Berperang dengan Amal-amal Kita

Posted on Updated on

Khiththah kita tidak boleh menyandarkan kemenangan pada volume rekrutmen dan kekuatan saja. Sebaliknya, kita menjadikan ukuran keshalehan yang kita peroleh sebagai faktor mendasar. Setiap kali akhlak imani yang utama menyeruak di tengah kita, tingkat kejernihan hati meningkat, istighfar semakin bertambah dan taubat dilakukan terus menerus, maka langkah kita menuju kemenangan akan lebih dekat dalam persepsi Islami dan lebih patut mencapai tujuannya. Riwayat mengenai makna ini dari kaum salaf bersifat mutawatir. Dituturkan dari ‘Umar bin Khaththab ra. bahwa ia menasehati pasukannya agar bertaubat sebelum bertempur. Abu Darda’ ra. berkata,”Wahai kaum muslimin kerjakan amal shaleh sebelum berperang karena kalian berperang dengan (bersenjatakan) amal-amal kalian.” Fudhail bin Iyadh berkata kepada para mujahid saat hendak berangkat perang,”Kalian harus bertaubat, karena taubat mampu menolak dari kalian sesuatu yang tidak bisa ditolak dengan pedang.”…(Kitab al-Masaar, karya ustadz Muhammad Ahmad ar-Rasyid). ***

*Ust Eka Hardiana

Posted with WordPress for BlackBerry.

Mujahid Sejati

Posted on Updated on

Rasulullah saw bersabda,”Mujahid adalah orang yang berjihad melawan hawa nafsunya di jalan Allah.”(Diriwayatkan At-Tirmidzi dari Fudhalah bin Ubaid). Hadits ini dishahihkan as-Suyuthi dalam Al-Jami’ush-Shagir (9175) dan dishahihkan pula oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ Ash-Shadir dan Shahihut Targhib 2/150. Dalam hadits ini Rasulullah saw mengajak kita menengok diri kita sendiri, kemudian melakukan tindakan tepat terhadap nafsu dan diri kita. Karena seringkali pandangan kita hanya tertuju pada orang lain dan hal-hal di luar kita. Seringkali kita mengkambinghitamkan perang lain atau hal-hal di luar kita atas kemunkaran dan kehancuran nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. Kita memaklumkan perang dan perlawanan terhadap semua itu, namun sama sekali tidak pernah menyatakan perang terhadap nafsu yang ada di antara tulang-tulang iganya. Padahal sesungguhnya jihad terhadap semua itu tidak akan berhasil apabila tidak diawali dengan jihadun-nafsi. Karenanya, kita harus selalu ingat bahwa mujahid sejati adalah orang yang berjihad melawan nafsunya untuk taat dan istiqamah di jalan Allah. ***

Posted with WordPress for BlackBerry.