Kiat-kiat Menjadi Ahli Kebaikan

Posted on Updated on

Ada beberapa kita agar kita termasuk Ahli Kebaikan, yakni:
1. Melakukan TAZKIYATUN-NAFS, karena hanya hati dan jiwa yang bersih dan baik yang akan melahirkan ucapan dan tindakan yang baik. Allah Ta’ala berfirman,”Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.”(QS.Ibrahim:24). Ibnu Abbas berkata.”(Perumpamaan kalimat yang baik) adalah syahadat ‘laa ilaaha illallah; (seperti pohon yang baik) adalah seorang mukmin; (akarnya teguh) adalah mengucapkan ‘laa ilaala illallah’ dalam hati,(dan cabangnya mnjulang ke lamgit) adalah amal seorang mukmin mengangkatnya ke langit.” Ikrimah dam Mujahid berkata,”perumpamaan ini adalah ungkapan tentang diri seorang Mukmin, perkatannya yang baik dan amalannya yang shalih. Seorang mukmin seperti pohon korman, ia terus menerus memproduk amal shalih di setiap waktu dan kesempatan, di pagi hari dan sore hari.”(Ibnu Katsir:2/644).
2. Membangun obsesi dan menguatkan tekad untuk bergabung dalam kafilah ahlul khair meski banyak kekurangan dan keterbatasan kemampuan dalam melakukan amal kebaikan. Imam Nawawi berkata,”Ketahuilah bahwa seseorang yang telah sampai kepadanya informasi tentang suatu amal kebaikan dan amal-amal kebaikan yang diserukan (fadha’ilul amal), maka sepatutnya ia melakukan amalan tersebut meskipun hanya sekali, agar ia termasuk dalam golongan orang-orang yang menjadi ahlinya. Dan tidak sepatutnya ia meninggalkannya secara mutlak, bahkan ia hendaknya tetap melakukan apa yang mampu ia lakukan dari amalan tersebut. Hal ini didasarkan hadits nabi saw. yang telah disepakati keshahihannya. ‘Apabila aku memerintahkan melakukan sesuatu, maka lakukanlah semaksimal kemampuanmu.'”(Al-Adzkar:5).
3. Mentadaburi Al-Qur’an yang menunjukan bahwa sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan, maka akan dibalas oleh Allah dengan pahala yang melimpah. Di antaranya adalah firman Allah Ta’ala,”Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat dzrah sekalipun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (Az-Zalzalah:7). “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) 10 kali lipat amalnya.”(Al-An’am:160). “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar dzarrah, dan jika ada kebajikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipat gandakan dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.”(An-Nisa’:40). “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yg menumbuhkan tujuh bulir. Pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipatgandalan (ganjaran) bagi siapa yg Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”(Al-Baqarah:261).
4. Senantiasa membaca dan mentadabburi hadits-hadits Nabi saw. yang menjelaskan tentang amalan-amalan ringan yang dibalas oleh Allah dengan surga dan limpahan pahala. Di antaranya adalah hadits,”Seorang lelaki melewati sebuah ranting pohon di atas badan jalan, lalu ia berkata,”Demi Allah, aku akan memangkasnya agar tidak mengganggu dan menyakiti kaum Muslimin’, maka Allah pun memasukkannya ke dalam surga.”(HR. Muslim). “Apabila seorang lelaki menjenguk saudaranya atau mengunjunginya, maka Allah Ta’ala berkata,’Kamu telah berbuat baik, langkahmu adalah langkah yang baik, dan kamu berhak untuk mendapatkan tempat singgah di surga.'”(HR. Ibnu Hibban). “Tidakkah seorang Mukmin melihat aurat saudaranya lalu ia menutupinya, melainkan Allah akan memasukkannya ke dalam surga.”(HR. Thabrani). “Ada seorang lelaki sebelum kamu didatangi Malaikat untuk mencabut nyawa, lalu ia bertanya,’Apakah kamu telah melakukan suatu kebaikan’ Lelaki itu menjawab,’Aku tidak mengetahui suatu kebaikan pun.’ Ia berkata,’Coba perhatikan sekali lagi.’ Ia berkata,’Aku tidak mengetahui kebaikan sedikit pun kecuali apabila aku melakukan jual beli dengan orang-orang di dunia, maka aku memberi tangguh kepada orang yang mampu dan membebaskan hutang orang yang kesulitan.’ Maka Allah pun memasukkaNnya ke dalam surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).[Tamamul Minnah:10-40]
5. Membaca biografi ulama salaf dan meneladani keseriusan mereka dalam melakukan amal kebaikan. Diriwayatkan bahwa Hasan bin Ali ra. bepergian dengan para pelayannya sambil membawa bekal uang sebesar 300.000 dinar. Di tengah perjalanan, ia memberikan semua hartanya kepada fakir miskin sehingga para pelayannya berkata,”Demi Allah, tidak tersisa uang satu dirham pun pada kita.” Hasan menjawab,”Akan tetapi, aku berharap mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah Ta’ala.” Ummul Banin, putri Umar nim Abdul Azis, dikenal sebagai wanita ahli ibadah yang sangat dermawan. Ia banyak dicintai kaum wanita, dan mereka senang berkumpul dan bercengkerama dengannya. Pernah, ketika mereka berkumpul dan bercengkerama di rumahnya, ia sedang shalat. Lama sekali, hingga mereka pun bubar. Setelah itu ia mendatangi mereka dan meminta maaf seraya berkata,”Sebenarnya aku senang mengobrol dengan kalian, namun ketika shalat, aku lupa dan tidak ingat lagi dengan kalian.” Ia banyak memberikan pakaian dan uang kepada kaum wanita dan orang-orang fakir yang hidup di sekitarnya. Ia pernah berkata,”Demi Allah, menjalin silaturahim dan membantu fakir miskin, lebih aku sukai daripada makan enak ketika lapar dan minum-minuman yang segar ketika haus.” Ia juga berkata,”Aku tidak pernah merasa iri kepada seorang pun, kecuali orang yang banyak berbuat kebaikan. Sesungguhnya aku ingin sekali bisa menyainginya dalam berbuat kebaikan.”[Shafahat Mudhi’ah:255].
6. Membangun kerjasama dengan sesama kaum Muslimin untuk melaksanakan berbagai proyek proyek kebaikan dan meninggikan kehormatan agama di tengah masyarakat Muslim. Allah Ta’ala berfirman,”dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”(Al-Maidah:2). Firman-Nya,”Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(At-Taubah:71).
***

*Ust Eka Hardiana

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s