Month: April 2012

Salah Satu Tanda Cinta Allah

Posted on Updated on

Salahsatu tanda cinta Allah kepada hamba-Nya adalah diterima penduduk bumi. Artinya hati manusia akan menyambut kehadirannya dengan cinta, senang dan ridha[Fathul-Bari,X/462]. Dari Abu Hurairah ra, dituturkan bahwa Rasulullah saw bersabda,”Bila Allah mencintai seorang hamba, maka ia memanggil Jibril seraya berfirman:’Aku mencintai si fulan, maka cintailah dia.’ Jibril kemudian mencintainya dan berseru di langit.’Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah ia.’ Maka penghuni langit mencintainya dan ditetapkan penerimaan baginya di bumi. Jika Allah membenci seorang hamba, maka Allah memanggil Jibril, seraya berfirman:’Sesungguhnya Aku membenci si fulan, maka bencilah ia.’Jibril kemudian membencinya dan berseru di langit:’Sesungguhnya Allah membenci si fulan, maka bencilah ia.’Para penghuni langit akhirnya membencinya dan kebencian itu ditetapkan baginya di kalangan penduduk bumi.”(Diriwayatkan oleh Malik III/128, Ahmad II/267, 341, 413, 509 dan 514, Bukhari VI/303, XIII/461 dan Muslim VIII/40-41). ***

*Ust Eka Hardiana

Posted with WordPress for BlackBerry.

Kiat-kiat Menjadi Ahli Kebaikan

Posted on Updated on

Ada beberapa kita agar kita termasuk Ahli Kebaikan, yakni:
1. Melakukan TAZKIYATUN-NAFS, karena hanya hati dan jiwa yang bersih dan baik yang akan melahirkan ucapan dan tindakan yang baik. Allah Ta’ala berfirman,”Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.”(QS.Ibrahim:24). Ibnu Abbas berkata.”(Perumpamaan kalimat yang baik) adalah syahadat ‘laa ilaaha illallah; (seperti pohon yang baik) adalah seorang mukmin; (akarnya teguh) adalah mengucapkan ‘laa ilaala illallah’ dalam hati,(dan cabangnya mnjulang ke lamgit) adalah amal seorang mukmin mengangkatnya ke langit.” Ikrimah dam Mujahid berkata,”perumpamaan ini adalah ungkapan tentang diri seorang Mukmin, perkatannya yang baik dan amalannya yang shalih. Seorang mukmin seperti pohon korman, ia terus menerus memproduk amal shalih di setiap waktu dan kesempatan, di pagi hari dan sore hari.”(Ibnu Katsir:2/644).
2. Membangun obsesi dan menguatkan tekad untuk bergabung dalam kafilah ahlul khair meski banyak kekurangan dan keterbatasan kemampuan dalam melakukan amal kebaikan. Imam Nawawi berkata,”Ketahuilah bahwa seseorang yang telah sampai kepadanya informasi tentang suatu amal kebaikan dan amal-amal kebaikan yang diserukan (fadha’ilul amal), maka sepatutnya ia melakukan amalan tersebut meskipun hanya sekali, agar ia termasuk dalam golongan orang-orang yang menjadi ahlinya. Dan tidak sepatutnya ia meninggalkannya secara mutlak, bahkan ia hendaknya tetap melakukan apa yang mampu ia lakukan dari amalan tersebut. Hal ini didasarkan hadits nabi saw. yang telah disepakati keshahihannya. ‘Apabila aku memerintahkan melakukan sesuatu, maka lakukanlah semaksimal kemampuanmu.'”(Al-Adzkar:5).
3. Mentadaburi Al-Qur’an yang menunjukan bahwa sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan, maka akan dibalas oleh Allah dengan pahala yang melimpah. Di antaranya adalah firman Allah Ta’ala,”Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat dzrah sekalipun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (Az-Zalzalah:7). “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) 10 kali lipat amalnya.”(Al-An’am:160). “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar dzarrah, dan jika ada kebajikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipat gandakan dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.”(An-Nisa’:40). “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yg menumbuhkan tujuh bulir. Pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipatgandalan (ganjaran) bagi siapa yg Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”(Al-Baqarah:261).
4. Senantiasa membaca dan mentadabburi hadits-hadits Nabi saw. yang menjelaskan tentang amalan-amalan ringan yang dibalas oleh Allah dengan surga dan limpahan pahala. Di antaranya adalah hadits,”Seorang lelaki melewati sebuah ranting pohon di atas badan jalan, lalu ia berkata,”Demi Allah, aku akan memangkasnya agar tidak mengganggu dan menyakiti kaum Muslimin’, maka Allah pun memasukkannya ke dalam surga.”(HR. Muslim). “Apabila seorang lelaki menjenguk saudaranya atau mengunjunginya, maka Allah Ta’ala berkata,’Kamu telah berbuat baik, langkahmu adalah langkah yang baik, dan kamu berhak untuk mendapatkan tempat singgah di surga.'”(HR. Ibnu Hibban). “Tidakkah seorang Mukmin melihat aurat saudaranya lalu ia menutupinya, melainkan Allah akan memasukkannya ke dalam surga.”(HR. Thabrani). “Ada seorang lelaki sebelum kamu didatangi Malaikat untuk mencabut nyawa, lalu ia bertanya,’Apakah kamu telah melakukan suatu kebaikan’ Lelaki itu menjawab,’Aku tidak mengetahui suatu kebaikan pun.’ Ia berkata,’Coba perhatikan sekali lagi.’ Ia berkata,’Aku tidak mengetahui kebaikan sedikit pun kecuali apabila aku melakukan jual beli dengan orang-orang di dunia, maka aku memberi tangguh kepada orang yang mampu dan membebaskan hutang orang yang kesulitan.’ Maka Allah pun memasukkaNnya ke dalam surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).[Tamamul Minnah:10-40]
5. Membaca biografi ulama salaf dan meneladani keseriusan mereka dalam melakukan amal kebaikan. Diriwayatkan bahwa Hasan bin Ali ra. bepergian dengan para pelayannya sambil membawa bekal uang sebesar 300.000 dinar. Di tengah perjalanan, ia memberikan semua hartanya kepada fakir miskin sehingga para pelayannya berkata,”Demi Allah, tidak tersisa uang satu dirham pun pada kita.” Hasan menjawab,”Akan tetapi, aku berharap mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah Ta’ala.” Ummul Banin, putri Umar nim Abdul Azis, dikenal sebagai wanita ahli ibadah yang sangat dermawan. Ia banyak dicintai kaum wanita, dan mereka senang berkumpul dan bercengkerama dengannya. Pernah, ketika mereka berkumpul dan bercengkerama di rumahnya, ia sedang shalat. Lama sekali, hingga mereka pun bubar. Setelah itu ia mendatangi mereka dan meminta maaf seraya berkata,”Sebenarnya aku senang mengobrol dengan kalian, namun ketika shalat, aku lupa dan tidak ingat lagi dengan kalian.” Ia banyak memberikan pakaian dan uang kepada kaum wanita dan orang-orang fakir yang hidup di sekitarnya. Ia pernah berkata,”Demi Allah, menjalin silaturahim dan membantu fakir miskin, lebih aku sukai daripada makan enak ketika lapar dan minum-minuman yang segar ketika haus.” Ia juga berkata,”Aku tidak pernah merasa iri kepada seorang pun, kecuali orang yang banyak berbuat kebaikan. Sesungguhnya aku ingin sekali bisa menyainginya dalam berbuat kebaikan.”[Shafahat Mudhi’ah:255].
6. Membangun kerjasama dengan sesama kaum Muslimin untuk melaksanakan berbagai proyek proyek kebaikan dan meninggikan kehormatan agama di tengah masyarakat Muslim. Allah Ta’ala berfirman,”dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”(Al-Maidah:2). Firman-Nya,”Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(At-Taubah:71).
***

*Ust Eka Hardiana

Posted with WordPress for BlackBerry.

Curhat Imaginer Anak Kita

Posted on Updated on

Ada 11 pernyataan yang tak terucap dari anak kita:
1. Cintailah aku sepenuh hatimu
2. Aku ingin jadi diri sendiri, maka hargailah aku
3. Cobalah mengerti aku dan cara belajarku
4. Jangan marahi aku di depan orang banyak
5. Jangan bandingkan aku dengan kakak dan adikku
6. Bapak, Ibu lupa aku adalah fotocopimu
7. Kian hari umurku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku sebagai anak kecil
8. Biarkan aku mencoba, lalu beritahu aku bila aku salah
9. Jangan membuat aku bingung, maka tegaslah!
10. Jangan ungkit-ungkit kesalahanku
11. Aku adalah ladang pahala bagimu

Jadi, keterampilan mengemudikan keluarga tercermin juga dari jawaban atas 11 curhat anak kita itu 🙂 ***

Posted with WordPress for BlackBerry.

Degradasi

Posted on Updated on

Inhilal, inhizam atau degradasi sering dikaitkan pada menurunnya semangat juang, pudarnya militansi, mengendurnya soliditas, merosotnya kepercayaan kepada lembaga, ideologi atau pun personel yang bertanggung jawab. Ini peristiwa lepasnya komitmen seorang aktivis, yang nampak dalam kegiatan hariannya, dengan atau tanpa perubahan sikap atau ideologinya. Walaupun pembinaan berjalan baik, masih saja ada limbah dari segala hal positif. Kenyataannya,”Allah hanya menghendaki kesempurnaan untuk diri-Nya.” Bukanlah kegagalan bila sewafat Rasulullah saw, sebagian kawasan bergolak, sebagian mengikuti nabi palsu, yang lain menolak membayar zakat dan selebihnya berpikir untuk membagi kekuasaan berdasarkan etnik-etnik. Seandainya saja tidak ada kalangan dalam lingkaran Madinah dan kalangan yang menikmati TARBIYAH NABAWIYAH dengan baik yang menjadi elemen ashalah yang tangguh, betapa sulitnya mengembalikan suasana normal. Bahasa dakwah menyebutkan mereka sebagai qaidah sulbah (basis yang solid). Adanya hal yang diluar kemampuan orang terbaik untuk memperbaikinya, menjadi ibrah bagi para da’i untuk tidak mengklaim da’wah sebagai monopoli jasa mereka. Mereka hanyalah pekerja-pekerja Allah yang seyogyanya bekerja dengan baik, profesional dan ikhlas. ***

*Ust. Rahmat Abdullah rahimahullah

Posted with WordPress for BlackBerry.

Percayalah…

Posted on Updated on

Sesungguhnya Dia yang menguji kita dengan sedikit masalah
Adalah Dia yang selama ini membanjiri kita dengan lautan nikmat yang tak berbatas.
Berbaik sangkalah padaNya
Jika saat ini beban yang dipikul begitu memberatkan punggung kita,
Maka Berbahagialah, karena Dia telah percaya punggung kita cukup kuat untuk memikulnya

Jika saat ini cahaya di ujung lorong sana belum terlihat,
Maka Berbahagialah karena Dia telah percaya bahwa kita tak akan lelah berjuang dan berserah diri padaNya

Satu hal yang pasti
Dia tak akan pernah menguji punggung kita dengan beban yang tak mampu kita memikulnya
Jika Dia memilih kita hanyalah semata2 kita sanggup melaluinya
Bukti karuniaNya yang tak berbatas agar kita termasuk orang2 yg cinta padaNya. ***

*kiriman Ust M. Lukman

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Membentengi Diri Dari Dosa Dengan Sifat Wara’

Posted on Updated on

Rasulullah saw bersabda,”jadikanlah sesuatu yang halal sebagai penghalang antara dirimu dengan hal yang haram. Barangsiapa melakukan hal itu, maka ia telah menjaga kehormatan diri dan agamanya.”(HR. Ibnu Hibban). Dalam hadits ini Rasul saw. menyerukan kepada kita agar menghiasi diri dengan sifat wara’, yaitu meninggalkan hal-hal yang syubhat dan sebagian dari hal-hal yang mubah agar tidak terjerumus dalam hal-hal yang diharamkan. Sikap inilah yang mengantarkan seorang Muslim mencapai derajat takwa sebagaimana yang disabdakan Rasul saw.,”tidaklah seorang hamba mencapai derajat orang-orang yang bertakwa sehingga ia meninggalkan hal yang halal karena waspada terhadap hal yang haram.”(HR. Tirmidzi) ***

*Ust Eka Hardiana

Posted with WordPress for BlackBerry.

Jangan Sepelekan Dosa

Posted on Updated on

Betapapun kecil dosa2 yg kita lakukan, namun cara dan sikap kita dalam melakukannya akan mengubahnya mnjadi dosa2 besar. Ibnu Abbas berkata,”Wahai pelaku dosa, jangan merasa aman thd akibat buruk dari dosa yg kamu lakukan. Krn hal2 yg mengiringi dosa jauh lebih besar dari dosa yg kamu lakukan. Sedikitnya rasa malu kpd orang2 di kanan kirimu saat melakukan dosa, lebih besar dari dosamu. Tawamu saat melakukan dosa sedangkan kamu tidak tahu apa yg akan dilakukan Allah thd dirimu, lebih besar dari dosamu. Kegembiraanmu saat berhasil melakukan dosa, lebih besar dari dosamu. Kesedihanmu saat terlewatkan kesempatan utk melakukannya, lebih besar dari dosamu. Ketakutanmu saat angin menyingkapkan kelambu rumahmu ketika kamu berbuat dosa sedangkan hatimu sama sekali tidak merasa gentar thd tatapan Allah kepadamu, jauh lebih besar dari dosamu. Celakalah kamu, tahukah kamu dosa apa yg telah dilakukan Ayyub shg Allah mengujinya dg bencana yg menimpa badan dan hartanya? Ia pernah dimintai tolong oleh seorang fakir agar membelanya dari kekejaman seorang yg zhalim, namun ia tidak menolongnya dan tidak pula mencegah orang yg zhalim agar menghentikan kezhalimannya. Akhirnya Allah menimpakan ujian yg berat kepadanya.”(Al-Jawab al-Kafi:56). ***

*Ust Eka Hardiana

Posted with WordPress for BlackBerry.