Month: February 2012

CARIKAN 70 ALASAN SEBELUM KAU BERPRASANGKA PADA SAUDARAMU

Posted on Updated on

Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’ menukil sebuah hadits : “Temukan tujuhpuluh dalih untuk menganggap benar perilaku saudaramu yang tampak keliru di matamu… Dan jika setelah tujuhpuluh alasan terasa tidak masuk akal juga, maka katakan pada dirimu : ‘Saudaraku ini punya ‘udzur yg mungkin tidak kuketahui.'”
“Syaithan sering menggodamu,” demikian ditulis Dr. Musthafa As Siba’i dalam salah satu risalahnya, “Untuk mengumumkan aib kawan-kawanmu di depan orang-orang dengan alasan amar ma’ruf nahi mungkar.
“Jika itu kau lakukan maka ia sudah mendukungmu untuk memecah belah jama’ah dengan berpura-pura mengangkatmu seakan sebagai pembela kebenaran.”
“Sayang sekali mungkin engkau lupa..”, sambung beliau, “.. Bahwa setan itu ahli tipudaya paling laknat yang tak punya kesempatan bertaubat.
Sementara saudara-saudaramu dalam dak’wah, betapapun bersalahnya, adalah manusia yang Allah bukakan untuk mereka kesempatan bertaubat seluas-luasnya sampai kapanpun.”
“Maka ketika mereka sudah bertaubat, ALLAH akan mengampuni dosa & aib mereka itu, dan tinggallah engkau yg tak terampuni, karena telah membuka aib saudaramu itu, maka dengan dalil apalagi kelak engkau akan berhujjah di Yaumil Hisab..?!” ***

*Ust Eka Hardiana

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted with WordPress for BlackBerry.

CARIKAN 70 ALASAN SEBELUM KAU BERPRASANGKA PADA SAUDARAMU

Posted on Updated on

Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’ menukil sebuah hadits : “Temukan tujuhpuluh dalih untuk menganggap benar perilaku saudaramu yang tampak keliru di matamu… Dan jika setelah tujuhpuluh alasan terasa tidak masuk akal juga, maka katakan pada dirimu : ‘Saudaraku ini punya ‘udzur yg mungkin tidak kuketahui.'”
“Syaithan sering menggodamu,” demikian ditulis Dr. Musthafa As Siba’i dalam salah satu risalahnya, “Untuk mengumumkan aib kawan-kawanmu di depan orang-orang dengan alasan amar ma’ruf nahi mungkar.
“Jika itu kau lakukan maka ia sudah mendukungmu untuk memecah belah jama’ah dengan berpura-pura mengangkatmu seakan sebagai pembela kebenaran.”
“Sayang sekali mungkin engkau lupa..”, sambung beliau, “.. Bahwa setan itu ahli tipudaya paling laknat yang tak punya kesempatan bertaubat.
Sementara saudara-saudaramu dalam dak’wah, betapapun bersalahnya, adalah manusia yang Allah bukakan untuk mereka kesempatan bertaubat seluas-luasnya sampai kapanpun.”
“Maka ketika mereka sudah bertaubat, ALLAH akan mengampuni dosa & aib mereka itu, dan tinggallah engkau yg tak terampuni, karena telah membuka aib saudaramu itu, maka dengan dalil apalagi kelak engkau akan berhujjah di Yaumil Hisab..?!” ***

*Ust Eka Hardiana

Posted with WordPress for BlackBerry.

Seberapa Jauh Tabukmu?

Posted on Updated on

Tabuk di zaman Ka’ab sungguh jauh. Tidak ada pesawat terbang, tidak ada mobil ber-AC, tidak ada sarana yang memadai untuk menempuh jarak yang sedemikian panjang dan cuaca yang sangat panas terik.
Bukan panas musim kemarau seperti yang sering kita alami di Indonesia, namun panas terik matahari gurun yang sangat menyengat. Sangat panas, harus menempuh perjalanan yang jauh, dan “hanya” untuk berperang. Bukan untuk rekreasi, bukan untuk wisata kuliner, bukan untuk menginap di hotel berbintang, bukan untuk tamasya dengan keluarga. Sangat panas, sangat jauh, naik kuda atau unta, tentu akan sangat lelah, dan di sana telah menunggu musuh yang sangat tangguh.
Di zaman kita sekarang, Tabuk itu tidaklah jauh, tidak panas terik. Ada pesawat terbang, ada kereta api eksekutif, ada bus eksekutif, ada taksi, ada travel, ada mobil ber-AC, ada motor, ada sepeda. Tabuk kita bahkan tidak panas, namun “ketidakberangkatan” tetap saja terjadi. Sebenarnya, seberapa jauhkah Tabukmu? ***

*Ust Cahyadi Takariawan

Posted with WordPress for BlackBerry.