Month: August 2011

Keteladanan dan Kepeloporan dalam Kebaikan

Posted on Updated on

Seorang yg memberikan teladan kebaikan kepada orang lain dan mempelopori setiap upaya perbaikan, akan mendapatkan aliran pahala meski ia telah meninggal dunia selama amal kebaikan yg dipeloporinya masih diteladani orang lain. Rasul saw bersabda,”Barangsiapa memberi contoh kebaikan dalam dalam Islam, maka ia akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang yg mengamalkan setelahnya tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala mereka. Barang siapa memberi contoh keburukan dalam Islam, maka ia akan mendapatkan dosanya dan dosa-dosa orang yg melakukannya tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka.”(HR. Muslim). ***

*Ust Eka Hardiana

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Tahu Kerusakan Diri adalah Maslahat

Posted on Updated on

Sesungguhnya di dalam jiwa terdapat banyak rahasia dan mesteri yg tidak dapat kita ketahui kecuali melalui pertolongan ALLAH SWT. Bahkan seorang tokoh ilmu jiwa dan ahli zuhud, syaikh Sahal bin Abdullah at-Tastari berkata,”Mengetahui diri sendiri lebih rumit dari pada mengetahui musuh”. Yakni berbagai keburukan jiwa itu tersembunyi dan tertutup, sebagaimana musuh menyembunyikan dan menyamarkan dirinya. Akan tetapi hal itu harus kita ketahui dengan jelas, apabila kita menginginkan jiwa yg suci. Penemuan tempat penyakit harus dilakukan terlebih duhulu sebelum menentukan pisau bedah.”Sesungguhnya pelacakan seorang dokter akan hakikat suatu penyakit dari pasien, akan membuat penyehatan sebelum ia sehat.” Atau seperti perkataan ahli zuhud Syaikh Mekah Wuhaib bin al-Ward,”Sesungguhnya di antara penyebab kebaikan diriku adalah pengetahuanku tentang kerusakannya. Cukuplah dikatakan buruk bagi seorang Mukmin apabila ia mengetahui suatu kerusakan namun ia tidak memperbaikinya.” Atau sepertu Imam al-Hasan al-Bahsri,”Seorang hamba akan selalu berada dalam kebaikan, selama ia mengetahui hal-hal yang akan merusak amalnya”.(Kitab al-Zuhd, karya Ibnu Mubarak).[Kitab Al-‘Awaaiq, karya Ustadz Muhammad Ahmad Ar-Rasyid]… ***

*Ust Eka Hardiana

Posted with WordPress for BlackBerry.

Waktu Bagaikan Pedang

Posted on Updated on

Imam Syahid Hasan Al-Bana berpesan: “Ayyuhal-akh al-‘aziz! Di hadapanmu setiap hari terdapat suatu saat di pagi hari, suatu saat di petang hari dan suatu saat di penghujung malam, yang semuanya dapat kamu gunakan untuk meningkatkan kerohanianmu yang suci ke tingkat yang tinggi sehingga kamu dapat meraih kebaikan dunia dan akhirat. Di hadapanmu ada hari Jum’at dan malam harinya yang dapat kamu gunakan untuk memenuhi kedua tanganmu, hatimu dan ruhmu dengan limpahan yang deras dari rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya. Dan di hadapannya terdapat musim-musim ketaatan, hari-hari ibadah dan malam-malam untuk pendekatan diri kepada Allah melalui bimbingan yang diberikan kepadamu oleh kitabmu yang mulia dan rasulmu yang agung. Untuk itu hendaklah engkau rajin menggunakannya agar menjadi orang-orang yang berdzikir, bukan menjadi orang-orang yang lalai dan menjadi orang-orang yang beramal bukan orang-orang malas. Gunakanlah waktu itu sebaik-baiknya karena waktu itu bagaikan pedang dan janganlah kamu menangguh-nangguhkan kesempatan ini karena sesungguhnya tiada yang lebih berbahaya dari sikap menangguh-nangguhkan kebaikan’.”(Majalah dakwah,edisi pertama, no 8 tahun 1951) ***

*Ust Eka Hardiana

Posted with WordPress for BlackBerry.