Adab Lidah Kita

Posted on Updated on

Saikh Atha bin Rabbah berkata, “Sesungguhnya para pendahulu anda membenci omongan yang tidak berguna (Fudhul al-kalam) dan mereka menganggap semua pembicaraan termasuk ~omongan yang tidak berguna~, kecuali tiga perkara: Kitabullah yang harus mereka baca; ucapan amar makruf nahi munkar; dan mengemukakan kebutuhannya yang memang harus disampaikan”. Imam Hasan al-Bashri-yang memilih diam-, mengetengahkan suatu ibarat tentang orang yang berfikir dan orang yang suka berceloteh, ia berkata,’Orang-orang tua dahulu berkata,”Sesungguhnya lidah seorang bijak bestari terletak di belakang hatinya. Apabila ingin berbicara, maka ia kembali kepada hatinya. Jika perkataan itu memberi faedah, maka ia akan berbicara, tetapi apabila tidak berguna dan merugikan, maka ia akan menahan bicaranya. Sesungguhnya hati seorang yang bodoh terletak di ujung lidahnya; ia tidak akan merujuk kepada hatinya. Apa saja yang ada di lidahnya segera dilontarkannya'”. (az-Zuhdu, Imam Ibnu al-Mubarak)

**Ust. Eka Hardiana

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s